25 CALON MAHASISWA ASAL MTB LULUS SELEKSI STEM AKAMIGAS


"Hasil yang dicapai 25 peserta asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang lulus seleksi masuk Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas Cepu Tahun 2017/2018 adalah murni usaha dan kerja keras mereka, Pemerintah Daerah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia hanya memfasilitasi proses seleksi oleh Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas tanpa adanya upaya dan keinginan untuk mengintervensi jalannya proses seleksi maupun hasilnya"

Sebanyak 25 peserta asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang mengikuti seleksi masuk Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas Cepu Tahun 2017/2018 dinyatakan lulus murni tanpa intervensi Pemerintah Daerah. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Maluku Tenggara Barat JULIANA ONGIRWALU,Sos., ketika ditemui di ruang kerjanya menyatakan bahwa hasil seleksi yang diperoleh adalah benar-benar murni perjuangan dari peserta yang ikut seleksi dan tidak terdapat unsur KKN didalamnya, karena seluruh proses pentahapan dimulai dari seleksi berkas administrasi, Tes Potensi Akademik (TPA) hingga wawancara dilakukan secara transparan dan tanpa ada intervensi pejabat daerah maupun pihak manapun juga, selanjutnya penilaian dilakukan oleh pihak Sekolah Tinggi dan Mineral (STEM) Akamigas Cepu dan disampaikan kepada kami melalui surat Ketua Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas Nomor 469/69.02/BPT/2017, sehingga semuanya telah memenuhi unsur normatif dan objektif. Hal tersebut sekaligus menjawab adanya dugaan terjadi KKN dan intervensi pejabat tinggi daerah dalam proses seleksi seperti yang beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan masyarakat. Selanjutnya terkait adanya isue yang berkembang bahwa terdapat 1 orang peserta yang tidak ikut seleksi wawancara namun dinyatakan lulus, ONGIRWALU mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi wawancara dilakukan selama 2 hari, hal ini dilakukan karena ada 3 (tiga) orang peserta yang telah lolos seleksi administrasi dan TPA masih berada di luar daerah karena mengalami cancel flight saat tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon ketika dalam perjalanan ke Saumlaki dikarenakan cuaca buruk (Force Majeour), sehingga tidak dapat mengikuti wawancara pada hari pertama dan baru mengikutinya pada keesokan harinya. Sementara itu, menjawab isue bahwa peserta yang lulus hanya diprioritaskan anak daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat serta tidak adanya perwakilan dari setiap kecamatan, ONGIRWALU menyatakan bahwa STEM Akamigas merupakan lembaga pendidikan milik Pemerintah Republik Indonesia dan bukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, sehingga kesempatan dibuka seluas-luasnya serta memberikan peluang bagi putera-puteri terbaik untuk berkompetisi dalam seleksi masuk STEM Akamigas. Dalam proses seleksi tersebut, juga tidak ada persyaratan dan kriteria khusus yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai penyelenggara untuk memprioritaskan anak daerah. Hal ini terbukti dengan adanya sejumlah peserta seleksi yang berasal dari luar Kabupaten Maluku Tenggara Barat. “Hasil kelulusan dievaluasi dan ditetapkan oleh pihak Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas, dan itu dilakukan melalui rapat Yudisium Tim Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2017/2018, sehingga hasil kelulusan objektif didasarkan pada kemampuan dan kecakapan peserta dalam mengikuti setiap tahapan seleksi yang dilakukan, serta bukan karena darimana dia berasal, marga apa, kecamatan mana, anak daerah atau bukan anak daerah, tutur ONGIRWALU.

Terkait dengan isue yang berkembang di masyarakat bahwa tidak adanya calon mahasiswa yang lulus seleksi berasal dari Kecamatan Selaru, padahal sesuai janji Bupati Maluku Tenggara Barat-PETRUS ATLOLON saat berkunjung di Kecamatan Selaru beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Selaru akan diberikan porsi lebih dalam pembangunan fasilitas untuk mendukung beroperasinya Blok Masela di MTB, ONGIRWALU menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan tanpa adanya intervensi kebijakan apapun, tidak juga dengan pembagian porsi atau jatah per kecamatan, akan tetapi menitikberatkan pada kualitas hasil seleksi yang dicapai oleh peserta. “setiap tahapan seleksi dilaksanakan secara normatif dan objektif tanpa ada intervensi pejabat tinggi daerah maupun pihak manapun, hasil yang dicapai oleh 25 orang peserta yang lulus seleksi murni karena usaha dan kerja keras mereka. ditambahkannya bahwa dari 25 orang peserta yang lulus seleksi disana juga terdapat beberapa putera-puteri asal Kecamatan Selaru, namun itu bukan persoalan dari kecamatan mana mereka berasal tapi sebagai orang tua kita harus menghargai bahwa semua itu karena jerih payah dan usaha mereka sendiri” ujar ONGIRWALU. Lebih lanjut ONGIRWALU menambahkan, surat Ketua STEM Akamigas tersebut mengatakan bahwa Test kesehatan dan verifikasi data ulang akan dilakukan, dan jika berkas yang nanti dikumpulkan tidak sesuai dengan data-data yang telah diisi pada saat pendaftaran maka peserta akan dinyatakan gugur, selanjutnya apabila peserta yang melakukan test kesehatan dan test buta warna oleh dokter yang ditunjuk STEM Akamigas dan hasilnya tidak memenuhi syarat maka juga akan dinyatakan gugur. Di akhir wawancara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Maluku Tenggara Barat menghimbau agar peserta yang belum berhasil agar tidak kecewa, karena kegagalan kali ini merupakan keberhasilan yang tertunda, dan agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk seleksi berikutnya. “Bapak ibu yang anaknya belum dinyatakan lulus, itu masih tertunda saja, masih ada banyak kesempatan. Adik-adik masih usia belasan tahun sehingga kalau punya kerinduan dan tekad untuk masuk ke STEM Akamigas maka masih ada hari esok, yang penting orangtua mempersiapkan anaknya belajar dan belajar sehingga pada saatnya ketika Tuhan berkenan dapat menjadi bagian pada STEM Akamigas dan menjadi kebanggaan orang tua dan daerah ini” harapnya.


Share post ini: