3.026 Siswa SD Mengikuti USBN


Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Agus Wens Ohoitimur : “Saat ini sistem pendidikan nasional menggunakan aplikasi, semua berbasis aplikasi elektronik sehingga memang kami sampai pada H-2 ujian nasional, baru kami mendapatkan jumlah pasti dari jumlah siswa yang mengikuti USBN yakni berjumlah 3.026 orang.”

Saumlaki, Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, berhasil menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar.. Ujian yang diikuti oleh 3.026 siswa tersebut berasal dari 121 Sekolah Dasar pada 10 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.

“Saat ini sistem pendidikan nasional menggunakan aplikasi, semua berbasis aplikasi elektronik sehingga memang kami sampai pada H-2 ujian nasional, baru kami mendapatkan jumlah pasti dari jumlah siswa yang mengikuti USBN yakni berjumlah 3.026 orang.” Kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agus Wens Ohoitimur, di Saumlaki, Jumat (26/4/2019).

Sebuah jumlah yang cukup besar, menurut Ohoitimur, proses pelaksaan mendapatkan nilai tersebut sangat menguras waktu dan tenaga, karena di Tanimbar masih terkendala fasilitas internet sehingga Diknas harus mengirim staf berproses di kementerian untuk pelaksanaan ujian nasional.

“Kami sangat pro aktif dan tetap mengupayakan proses pelaksaaan UNBK bisa berjalan dengak baik dan maksimal. Kami berkoordinasi secara terus menerus dengan teman teman di kemeterian, LPPM di Ambon, UPTBS maupun Kepala Sekolah sehingga pelaksanaan ujian kemarin tidak terkendala.” Katanya.

Lanjutnya, “Kami minta kepada pemerintah daerah untuk fasilitas akses internet bisa berjalan dengan baik di tahun depan sehingga persiapan elektronik terkait dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bisa dikeluarkan oleh kementerian.” Jelas Wens Ohoitimur.

Pelaksanaan ujian secara nasional berlangsung dari  tanggal, 22-24 April 2019 dan ada 3 mata pelajaran yang diuji antara lain, Bahasa Indonesi, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan materi atau bahan ujian lokal yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan PKN).

Terkait dengan soal USBN, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki tanggung jawab 25% yakni soal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA, sedangkan 75% tanggungjawab dinas.

“Kami dinas teknis membentuk tim penyusun master soal ujian di tingkat kabupaten. Mekanismenya setelah soal ditingkat kabupaten siap maka kami mengambil soal 25% dari kementrian setelah itu digabung dan diedit. Dilanjutkan dengan penggandaan, penjilitan dan kami meneruskan ke tingkat UPTBS dan sekolah-sekolah.” Kata Wens Ohoitimur

Terkait kemampuan siswa menjawab butir soal ujian, Ohoitimur menjelaskan, kemampuan siswa untuk menjelaskan maupun mengisi soal sangat baik karena dukungan fasilitas, misalnya buku mata pelajaran dan SDM Guru.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengawasan di lapangan, sampai dengan hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional, semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala,

“Sistem keamanan bekerjasama dengan UPTBS, Kepolisian, Satpol PP dan Linmas untuk membantu pelaksanaan keamanan ditingkat sekolah dasar saat ujian.” Tegas Ohoitimur.

© Diskominfo 2019


Share post ini: