64 Sekolah Menegah Pertama Melaksanakan Ujian Nasinal di KKT


Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Cornelia D. Layan : “Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan PT. Telkom dan Puji Tuhan tidak ada pemadaman listrik dari pihak PLN, sehingga pelaksanaan ujiannya tidak terganggu dan selesai tepat waktu.”

Saumlaki, Penyelengaraan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diikuti oleh 64 Sekolah. Terdiri dari 62 Sekolah Negeri dan 2 Sekolah Swasta.

“Untuk ujian SMP Tahun Ajaran 2018/2019 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, diikuti oleh 64 sekolah, terdiri dari 62 sekolah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dan 2 sekolah yang dikelola oleh Kementrian Agama. Meskipun sekolah itu dikelola dibawah Kementerian Agama, namun pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bergabung dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan.” Kata Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Cornelia D. Layan, di Saumlaki, Jumat (26/4/2019).

Soal Ujian Nasional sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2019, berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 47 Tahun 2018, kewenangan menyusun Soal Ujian Nasional adalah Balitbang Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

“Penyusunan soal ujian ini bukan dari Pemda setempat, tapi langsung dari Kementrian Pendidikan. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA,, semuanya dari Puspendik, baik untuk sekolah yang dibawah Kementerian Agama maupun Kementrian Pendidikan.” Lanjut Cornelia.

Pelaksanaan UN di Tanimbar dilaksanakan melalui dua model. Pertama, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Diikuti 4 sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan, SMP Negeri 2 Tanimbar Selatan, SMP Kristen Saumlaki dan SMP St. Paulus Saumlaki. Kedua, Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNKP) diikuti oleh 60 sekolah. Total siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 500 orang dari 2.672 peserta ujian nasional.

Ditanya terkait permasalahan selama pelaksanaan ujian berbasis komputer Cornelia mengatakan, ujian berbasis computer puji Tuhan selama ini tidak ada laporan dari sekolah, berdasarkan hasil pantaun tidak ada masalah dalam pelaksanaan UNBK walaupun UNKP.

“Ada satu siswa SMPN 1 Tanimbar Selatan peserta UNKP dari hari pertama tidak bisa mengikuti ujian karena terkena DBD, dia akan mengikuti ujian susulan. Tandasnya.

Menyinggung jaringan internet pada saat pelaksanaan ujian, Cornelia menyatakan bahwa semuanya berjalan dengan baik tanpa ada masalah.

“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan PT. Telkom dan Puji Tuhan tidak ada pemadaman listrik dari pihak PLN, sehingga pelaksanaan ujiannya tidak terganggu dan selesai tepat waktu.” Pungkas Cornelia.


Share post ini: