AMGPM Selenggarakan Study Meeting dengan tema "Peranan Pemuda Dalam Pengembangan Blok Masela (Peluang dan Tantangan)"


Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH,MH., bersama Ketua Umum PB AM-GPM, Melkianus Sairdekut, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Jaflaun Batlayeri,SH., mengikuti sekaligus menjadi narasumber dalam Study Meeting dengan tema "Peranan Pemuda Dalam Pengembangan Blok Masela (Peluang dan Tantangan)" yang diselenggarakan secara virtual oleh AM-GPM Daerah Tanimbar Selatan langsung dari Gedung Gereja Ebenhaezer - Kota Saumlaki.

Saumlaki, 22 Mei 2021 Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH,MH., bersama Ketua Umum PB AM-GPM, Melkianus Sairdekut, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Jaflaun Batlayeri,SH., mengikuti sekaligus menjadi narasumber dalam Study Meeting dengan tema "Peranan Pemuda Dalam Pengembangan Blok Masela (Peluang dan Tantangan)" yang diselenggarakan secara virtual oleh AM-GPM Daerah Tanimbar Selatan langsung dari Gedung Gereja Ebenhaezer - Kota Saumlaki. Turut ikut serta sebagai narasumber dalam Study Meeting tersebut Deputi I KSP, Febry C Tetelepta, M.Si., Anggota  komisi VII DPR RI, Mercy Barends dan Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrik Lewerissa melalui aplikasi zoom.

Kegiatan Study Meeting dengan tema "Peranan Pemuda Dalam Pengembangan Blok Masela (Peluang dan Tantangan)" turut pula dihadiri Wakil Ketua I MPH Sinode, Pdt.Ny. Lenny Rangkoratat/B, S.Th, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Asisten, pimpinan SKPD, pimpinan BUMD lingkup Pemkab Kepulauan Tanimbar, Ketua MPK Tanimbar Selatan, para pendeta di Klasis GPM Tanimbar Selatan, pengurus AM-GPM Daerah Tanimbar Selatan, para peserta Konferda yang berasal dari cabang dan ranting AM-GPM Daerah Tanimbar Selatan.

Sebagai pemateri, Bupati Kepulauan Tanimbar menyampaikan tantangan yang akan dihadapi pemuda GPM dalam pengembangan Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diantara:
1. Perubahan lingkungan yaitu hutan,biota laut,sampah, limbah, pencemaran udara dan B3;
2. Penduduk dan politik: penambahan jumlah penduduk, kapasitas ruang dan pergeseran politik;
3. Sosial: kesenjangan, kumuh dan munculnya penyandang sosial;
4. Budaya: pergeseran nilai budaya, keagamaan dan intoleransi;
5. Kesiapan SDM: kualitas dan kompetensi SDM.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, lebih lanjut dipaparkan peran dari pemerintah daerah dan pemuda GPM guna menyikapi tantangan dalam pengembangan Blok Masela diantaranya:
Peran Pemda:
1. Penyediaan SDM profesional;
2. Menyediakan regulasi;
3. Menfasilitasi peluang usaha;
4. Melindungi hak masyarakat;
5. Menyediakan Infrastruktur;
6. Pemberdayaan masyarakat.
Peran Pemuda:
1. Menyiapkan diri untuk profesional;
2. Menjaga, mengelola lingkungan dan pelestarian budaya;
3. Kewirausahaan;
4. Pengembangan organisasi kepemudaan;
5. Pengembangan karakter dan kemandirian pemuda;
6. Kerjasama dan sinergi dengan pemerintah daerah.

Dijelaskankan pula bahwa dengan skema on shore pengembangan Blok Masela akan memberikan 3 dampak bagi Kepulauan Tanimbar yaitu dana bagi hasil, PI 10% dan efek ganda
Efek ganda multiplier effect. Untuk itu pemuda GPM dihimbau untuk mendukung proyek strategis nasional tersebut agar dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Tanimbar. (HUMAS SETDA)


Share post ini: