Arus Mudik Lebaran Menggunakan Transportasi Laut Meningkat


Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, Jusuf Heljanan : “Estimasinya ada penambahan 8-10% daripada arus mudik di tahun kemarin, karena disaat angkutan arus mudik Lebaran bersamaan dengan libur sekolah sehingga ada peningkatan dari tahun sebelumnya,”

Saumlaki,  Hasil pengamatan dan evaluasi arus mudik Lebaran oleh Posko Angkutan Lebaran Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Tahun 2019, diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahu-tahun sebelumnya.

Salah satu faktor penyebab lonjakan arus mudik kali karena libur Lebaran bersamaan dengan libur sekolah, sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk pulang ke kampung halaman.

“Estimasinya ada penambahan 8-10% daripada arus mudik di tahun kemarin, karena disaat angkutan arus mudik Lebaran bersamaan dengan libur sekolah sehingga ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, Jusuf Heljanan di ruang kerjanya, Jumat (31/5/2019).

Menurut Jusuf, pelabuhan Saumlaki saat ini dijadikan sebagai Posko Angkutan Lebaran Tahun 2019, untuk membackup seluruh kegiatan masyarakat yang masuk dan keluar Saumlaki menggunakan transportasi laut.

Hal tersebut merupakan instruksi Menteri Perhubungan RI, dan selanjutnya akan beroperasi sejak tanggal 21 Mei - 9 Juni 2019.

Sebelum tanggal, 21 Mei - 9 Juni 2019 kita sudah melakukakan kegiatan pada tanggal, 17 Mei. Kegiatan angkutan lebaran sudah berjalan dengan adanya KM. Leuser tujuan ke Ambon.

"Saudara-saudara kita yang melaksanakan mudik itu sudah diberikan kesempatan untuk naik dengan kapal Leuser. Terus tanggal 24 Mei kapal Pangrango sudah balik dari Tepa, tanggal 27 Mei ke Ambon,” katanya.

Jadi pada prinsipnya di Pelabuhan Saumlaki sudah siap karena tugas dan tanggungjawab kita ini dalam rangka keselamatan dan keamanan pelayaran.

Posko angkutan lebaran melibatkan beberapa stakeholder terkait yang ada di pelabuhan antara lain, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Badan SAR Nasional, KP3, perusahan-perusahan pelayaran selain PT. PELNI, ditambah dengan Navigasi dan Dinas Perhubungan KKT.

Menyingung program mudik gratis yang dicanangkan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku menggunakan angkutan laut, Jusuf Heljanan mengatakan, program tersebut hanya berlaku untuk beberapa wilayah di Maluku, sementara wilayah kerja Saumlaki belum mendapat kesempatan tersebut.

Angkutan gratis untuk lebaran tahun ini, belum mencakup pelabuhan Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun MBD (Maluku Barat Daya).

Dilihat dari jadwal yang mereka sampaikan dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi, dari Ambon-Banda-Tual balik lagi, setelah itu dari Ambon-Namrole-Namlea-Geser-Bula masuk lagi kota Ambon dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelni Saumlaki Obeth Manuhua ketika dikonfirmasi via telepon selular, tentang jumlah penumpang yang keluar Saumlaki melalui pelabuhan Saumlaki, mengungkapkan beberapa data yang menggambarkan lonjakan penumpang yang cukup signifikan.

“Penumpang sudah terurai dari keberangkatan KM. Sirimau tanggal 11 Mei, penumpang yang naik dari Saumlaki sekitar 250 orang, sedangkan KM. Leuser tanggal 17 Mei, penumpang yang naik sebanyak 660 orang. Untuk Pangrango tanggal 26 Mei, penumpang yang naik 550.” Kata Manuhua.


Share post ini: