Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Di Kantor KPPN Saumlaki


“kita akan melakukan sosialisasi dan simulasi–simulasi dalam rangka menyiapkan masyarakat untuk harus tangguh dalam menghadapi bencana. Paling penting, dia harus siap untuk selamat ” ujar Doni awak media di Saumlaki ( 26/04 )

Saumlaki, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Kabupaten Kepulauan Tanimbar Doni  B Layan mengatakan, Kegiatan  sosialisasi dan simulasi yang digelar dengan sorotan Tema “ siap untuk selamat” dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui cara–cara menyelamatkan diri di saat terjadi Bencana Alam.

“kita akan melakukan sosialisasi dan simulasi–simulasi dalam rangka menyiapkan masyarakat untuk harus tangguh dalam menghadapi bencana. Paling penting, dia harus siap untuk selamat ” ujar Doni awak media di Saumlaki (( 26/04 )

Mendahului peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ( HKB ) di hari sabtu kemarin tanggal 24 April 2021, pihaknya telah  melakukan sosialisasi dan simulasi dengan Orang Muda Katholik (OMK)  di gedung Natar Kaumpu bertepatan dengan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dilksanakan  di KPPN Saumlaki. 

Selain Kantor KPPN Saumlaki, kegiatan Simulasi sudah dilakukan kepada beberapa  titik dari pusat kabupaten sampai ke kecamatan dan desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Kalau ada sekolah–sekolah yang ada offline, kita akan pilih beberapa titik dari sekolah–sekolah itu. Tetapi khusus untuk OPD, Vertikal maupun otonomi sendiri, menurut kami KPPN itu representatif, mohon maaf,  kalaupun  ada saudara–saudara kita yang muslim di KPPN ini, setelah kita lakukan pendekatan koordinasi dan sebagainya, mereka juga bersedia dan ada kesepakatan untuk pelaksanaan simulasi bencana saat ini ”, lanjut Doni. 

Kegiatan  sosialisasi dan simulasi dilakukan agar seluruh masyarakat dapat  menyiapkan diri secara dini, karena bencana alam ini terjadi di luar kemampuan masnusia. Karena itu menurut Dia, sosialisasi dan simulasi yang dilakukan adalah bukan untuk mencegah, tetapi bagaimana melakukan mitigasi, mitigasi itu pengurangan resiko atau dampak dari bencana itu sendiri. 

Dia mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah(OPD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan instasni vertikal untuk senantiasa menyiapkan waktu dan bekerjasama dengan  pihak   Badan Penganggulan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk melakukan sosialisasi dan simulasi tersebut  kapan saja. 

Selanjutnya kata Doni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah  bekerjasama dengan Pemberdayaan Masyarakat Desa lewat Dana Desa dalam hal untuk penanganan kebencanaan di desa. 

“Dana desa  itu kecil, tetapi kita harapkan dengan dana itu, kita harus melakukan sosilasisasi dan simulasi di seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dan sampai saat ini, ada beberapa desa yang sudah jalan dan kita sudah lakukan sosilasasi dan simulasi, tetapi ada beberapa desa yang sampai sekarang belum memberikan jadwal untuk kita sosialisasi”, jelas Doni.

Pada kesempatan yang sama Kepala  Kantor KPPN Saumlaki, Ende Johana Surya menyambut baik kegiatan simulasi yang di gelar di kantor KPPN Saumlaki. 

“Kondisi ini sangat perlu, karena di daerah kita juga merupakan daerah potensi bencana yang cukup besar khususnya gempa bumi, sehingga mudahan– mudahan kegiatan hari ini memberikan manfaat pengetahuan dan skil bagi para pegawai KPPN Saumlaki, jika seandainya terjadi bencana yang sesungguhnya, meskipun kita semua berharap bencana tidak terjadi,” ujarnya.

Dia mengatakan,  pada tes uji coba pertama masyarakat masih sedikit menganggap reme atau biasa karena rasa sensinya belum tertumbuhkan, tetapi kesempatan yang kedua pada latihan selanjutnya sudah mulai serius.

“Keseriusan itu penting meskipun hanya simulasi , karena kita tidak akan pernah tahu bencana sesungguhnya  kapan terjadi, insya Allah, kami KPPN Saumlaki sudah siaplah kalau terjadi bencana yang sesungguhnya”, jelas Ende.

Selain itu Kepala Stasiun Geofisika sebagai perpanjangan tangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  ( BMKG )  Saumlaki ( George  F.A. Muabuay, S.Si,M.Sc ) menjelaskan, peran BMKG, stasiun geofisika Saumlaki memiliki tugas utama dalam memberikan informasi mengenai gempa bumi itu sendiri.

“Jadi peran kita dalam simulasi kesipsiagaan bencana adalah  memberikan informasi mengenai gempa bumi itu sendiri, bagaimana kita mensimulasikan ketika terjadi gempa besar, ibarat gempa besar itu, gempa yang terjadi di atas 7,0 dan di rasakan oleh masyarakat, bukan hanya 7,0, biasanya ada gempa 5,0 dalam artian kita menggunakan gempa yang berdampak sangat signifikan”, jelas George.

Lanjutnya, Pihaknya berperan memberikan informasi gempa kepada  teman – teman di BPBD agar mereka dapat melakukan simulasi, bagaimana menyiapkan masyarakat lebih khusus KPPN siap untuk selamat.

“ Yang pasti wilayah kita berada di daerah bagaimana terjadi pertemuan lempeng yang ibaratnya dibilang gempa, pasti setiap hari ada, paling  tidak gempa itu ada. Jangan sampai masyarakat terpancing hoax, kadangkala gempa hanya 3 atau gempa hanya 5 skala liter, 6,1 skala liter, terus tiba–tiba masyarakat berkata bahwa akan terjadi tsunami dan sebagainya, atau jangan sampai masyarakat termakan isu bahwa besok akan terjadi gempa besar atau lusa terjadi gempa besar ”, ungkapnya

 Sampai saat ini BMKG belum mengeluarkan rillis mengenai gempa yang akan terjadi, tetapi BMKG mengeluarkan gempa yang telah terjadi, ketika ada gempa, BMKG merillis parameter yang dinamakan sebagai informasi gempa bumi tersebut.

“ Kegiatan yang dilakukan oleh teman– teman BPBD adalah bagian daripada itu, artinya mempersipakan masyarakat di mana saja untuk siap, kalau ini dilakukan dalam skala besar akan nampak lebih baik sehingga masyarakat di situ nampak lebih siap dalam hal mengahadapi bencana, baik gempa bumi maupun Tsunami”, harap dia.

 

 


Share post ini: