BANGUN KONSOLIDASI ANTISIPASI AKSI TEROR


“saya ingin menyampaikan kepada kita semua selaku warga, jangan terpengaruh, tidak boleh ada aksi-kasi apapun, di lingkungan kita masing-masing, yang nanti bisa mengakibatkan perpecahan dengan mengatasnamakan SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), itu tidak boleh. Kita semua hidup bersaudara, bergandengan tangan satu dengan yang lain antara sesama, baik kita umat Islam dan umat Kristen. Kerukunan harus tetap terjaga dengan baik, kemanan dan ketertiban di setiap lingkungan RT/RW, desa dan kecamatan, dipastikan harus terjaga dengan baik. Kalau ada pihak-pihak yang sengaja datang menyampaikan informasi yang tidak benar, yang mencoba untuk menghasut antar kelompok agama, supaya kita bisa segera mengklarifikasi dan kalau perlu melaporkan yang bersangkutan ke pihak Kepolisian,”

Saumlaki, (Diskominfo), Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Petrus Fatlolon, melakukan tatap muka bersama Ketua RT/RW se-Kecamatan Tanimbar Selatan di Pendopo Bupati Senin (21/5/2018), dihadiri Camat Tanimbar Selatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten MTB, dan Forum Kerukunan Beragama (FKUB) di Kota Saumlaki.

Tatap muka tersebut bermaksud membangun konsolidasi antar elemen masyarakat guna mengantisipasi aksi teror yang terjadi di Surabaya dan daerah lainnya di Indonesia. Aksi teror yang terjadi serempak di mulai dari kejadian di Makobrimob, Bogor dan sederetan aksi teror lainnya menyebabkan semua daerah mengambil sikap siaga, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, “ minggu terakhir ini, kita digoncang oleh beberapa oknum yang menyebabkan kondisi kenyamanan di tengah-tengah masyarakat sedikit terganggu/terusik karena adanya aksi bom bunuh diri teroris dibeberapa tempat. Karena itu pemerintah daerah dihimbau oleh Menkopolhukam untuk melakukan pertemuan dengan RT/RW dan tokoh agama untuk mengantispasi situasi di daerah masing-masing, agar jangan sampai terjadi aksi-aksi yang sama di daerah kita,” kata bupati.

Untuk mengantispasi kondisi tersebut bupati meminta para ketua rt/rw untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh aksi-aksi yang terjadi di Surabaya atau di daerah lainnya. “saya ingin menyampaikan kepada kita semua selaku warga, jangan terpengaruh, tidak boleh ada aksi-kasi apapun, di lingkungan kita masing-masing, yang nanti bisa mengakibatkan perpecahan dengan mengatasnamakan SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), itu tidak boleh. Kita semua hidup bersaudara, bergandengan tangan satu dengan yang lain antara sesama, baik kita umat Islam dan umat Kristen. Kerukunan harus tetap terjaga dengan baik, kemanan dan ketertiban di setiap lingkungan RT/RW, desa dan kecamatan, dipastikan harus terjaga dengan baik. Kalau ada pihak-pihak yang sengaja datang menyampaikan informasi yang tidak benar, yang mencoba untuk menghasut antar kelompok agama, supaya kita bisa segera mengklarifikasi dan kalau perlu melaporkan yang bersangkutan ke pihak Kepolisian,” lanjut bupati.

Dalam tatap muka tersebut Bupati meminta para ketua RT/RW untuk menggalakan kembali Pos Sistem Keamanan Lingkungan (Poskamling) di setiap RT/RW, untuk mengantisipasi isu-isu atau gerakan-gerakan yang bisa memecah-belah persatuan dan kerukunan hidup antara umat beragama. Diakhir tatap muka, Bupati memberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan, dalam hal bagaimana mengantispasi isu-isu yang dapat mengganggu kondisi kemanan dan ketertiban di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Para ketua RT/RW dan lurah dalam pengawasan Camat Tanimbar Selatan dan diberi kewenangan untuk kembali mengatur bersama masyarakat di lingkungan masing-masing, untuk mengantispasi berbagai isu negatif di Kabupaten Maluku Tenggara Barat terkait aksi teroris tersebut.

©diskominfo-mtb


Share post ini: