Bina Keluarga Lansia di Hari Kasih Sayang


Sosialiasi Bina Keluarga Lansia dan Pencegahan Pernikahan Dini merupakan salah satu kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bertepatan di Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) kepada para keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia (Lansia). Berlokasi di Desa Arui Bab, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Saumlaki, Sosialiasi Bina Keluarga Lansia dan Pencegahan Pernikahan Dini merupakan salah satu kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bertepatan di Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) kepada para keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia (Lansia). Berlokasi di Desa Arui Bab, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Memberikan kasih sayang bukan hanya kepada sesama yang masih muda, mestinya juga ada perhatian kepada orang tua. Hal tersebut bertujuan agar lansia merasa dihargai.

“Selama ini mungkin kurang perhatian baik dari keluarga maupun yang lain. Bahkan lansia di daerah ini masih menjadi pencari nafkah. Kita temui, nenek-nenek masih pikul bakul besar dengan isian yang penuh. Sebenarnya itu tidak seharusnya demikian. Lansia boleh melakukan kegiatan sepert itu, tetapi sudah tidak dengan beban yang sama pada waktu dia muda.” Sebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selpi Elsina Hukubun di Kantor Bupati, Saumlaki, Jumat (15/2/2019).

Lanjutnya, “Jadi lewat kegiatan itu kita mau bilang bahwa, kondisi lansia itu seperti ini loh, lalu hal-hal itu dapat disikapi oleh anggota keluarga sehingga mereka bisa menghargai keberadaan lansia.”

Misalnya karena sudah mulai kurang penglihatan, ketika lansia melakukan aktifitas di rumah tidak sama dengan orang muda mengerjakannya. Contoh, mencuci piring. Bisa saja piring yang dicuci itu tidak bersih atau masih ada sisa makanan karena memang ada penurunan penglihatan. Tapi anggota keluarga tidak boleh mengambil alih langsung pekerjaannya.

Lansia sebenarnya membutuhkan aktifitas fisik, jadi biarkan mereka untuk bekerja, aktiftasnya tidak boleh dibatasi namun hasil dari pekerjaan mungkin tidak sebaik seperti dulu. Tapi pekerjaan mereka harus tetap dihargai oleh anggota keluarga. Tidak adanya aktifitas, mempercepat kepikunan. Dengan beraktifitas dengan kelompoknya akan menstimulasi memorinya kembali.

“Jadi kalau ketemu dengan sesama, itu mereka akan bernostalgia, sebenarnya itu bagus untuk kembali meningkatkan daya ingat.” Kata Hukubun.

Selain kegiatan sosialisasi, juga dilakuan kegiatan olah raga bersama khusus lansia dengan menggunakan gerakan tangan kanan dan tangan kiri bergerak berda. Hal tersebut bertujuan untuk melatih otak lansia tidak menjadi lisut. Semakin bertambah usia otak semakin melisut (berkurang) tetapi dengan olahraga ringan kepikunan mereka bisa dicegah.

Pada kesempatan tersebut Hukubun menghimbau kepada keluarga yang memiliki lansia, agar bersama-sama lansia melakukan aktifitas seperti biasa, selain itu mesti memperhatikan kesehatan melalui penyediaan makanan sehari-hari dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan lansia.

©diskominfo-mtb


Share post ini: