Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Tanimbar: Pembelajaran di Tengah Pandemi Harus Kreatif dan Inovatif


Ketika dijumpai di kediaman pribadinya selepas pelaksanaan kegiatan tersebut, Ibu Joice sebagai Bunda PAUD memberikan penjelasan kepada media ini bahwa situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia, termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memiliki dampak yang sangat serius terhadap dinamika kegiatan pembelajaran di dunia pendidikan, termasuk pada jenjang PAUD. “Selama masa pandemi ini kita di Tanimbar tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran PAUD, baik secara luring (red: luar jaringan) maupun daring (red: dalam jaringan). Pada situasi seperti ini, tetap diperlukan pendampingan dari pihak sekolah kepada para siswa PAUD, baik pada saat pembelajaran luring maupun daring. Saya ambil contoh, di PAUD binaan PKK, yaitu PAUD Anggrek Saumlaki, para guru secara langsung memantau perkembangan pendidikan siswa di rumah, baik dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi maupun dengan melakukan kunjungan secara langsung ke rumah-rumah siswa PAUD, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” kata Bunda PAUD.

Saumlaki, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar menghadirkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ibu Joice. M. Fatlolon/P., S.P., untuk membuka Kegiatan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah PAUD Tahun 2020. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (23/2/2021) di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini, terkait dengan Laporan Pertanggung Jawaban Bantuan Operasional Pendidikan (LPJ BOP), dan penyelenggaraan pembelajaran PAUD selama masa pandemi Covid-19.

Ketika dijumpai di kediaman pribadinya selepas pelaksanaan kegiatan tersebut, Ibu Joice sebagai Bunda PAUD memberikan penjelasan kepada media ini bahwa situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia, termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memiliki dampak yang sangat serius terhadap dinamika kegiatan pembelajaran di dunia pendidikan, termasuk pada jenjang PAUD. “Selama masa pandemi ini kita di Tanimbar tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran PAUD, baik secara luring (red: luar jaringan) maupun daring (red: dalam jaringan). Pada situasi seperti ini, tetap diperlukan pendampingan dari pihak sekolah kepada para siswa PAUD, baik pada saat pembelajaran luring maupun daring. Saya ambil contoh, di PAUD binaan PKK, yaitu PAUD Anggrek Saumlaki, para guru secara langsung memantau perkembangan pendidikan siswa di rumah, baik dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi maupun dengan melakukan kunjungan secara langsung ke rumah-rumah siswa PAUD, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” kata Bunda PAUD.

Sementara itu, terkait dengan kendala keterbatasan jaringan internet di daerah ini, lebih khusus di desa-desa, Bunda PAUD menegaskan bahwa proses pembelajaran harus dapat terus berlangsung di rumah-rumah siswa secara luring dengan melibatkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak yang berkepentingan. “Untuk desa-desa yang belum terakses dengan jaringan internet, pembelajaran harus dapat terus berlangsung di rumah-rumah siswa secara luring. Karena itu, diperlukan peranan dari para guru dan orang tua. Hal ini penting, karena ada perbedaan antara pembelajaran yang dilakukan di sekolah dengan pembelajaran di rumah. Jadi, diperlukan peran dan tanggung jawab bersama, baik dari para guru maupun orang tua, termasuk elemen masyarakat yang lain, karena persoalan pendidikan anak bukan saja merupakan tanggung jawab dari tenaga pendidik, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Bunda PAUD.

Selanjutnya, Bunda PAUD juga berharap adanya kolaborasi antara tenaga pendidik, orang tua, bersama elemen masyarakat yang lain dalam mendukung penyelenggaraan PAUD yang kreatif dan inovatif dalam rangka membentuk karakter anak, mengingat anak merupakan generasi penerus bangsa. “Harapan saya kepada kita semua, baik kepada tenaga pendidik PAUD maupun orang tua dan seluruh masyarakat, agar kita dapat bersama-sama memberikan kontribusi yang nyata terhadap proses pembelajaran PAUD. Karena sebagaimana kita ketahui, proses pembelajaran pada pendidikan anak usia dini lebih ditekankan pada pembentukan karakter anak, sehingga harapannya anak-anak kita dapat menjadi anak-anak yang cerdas dan pada saatnya nanti mereka dapat bersaing dengan anak-anak yang berasal dari daerah lain. Di masa yang akan datang, anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa. Dalam rangka itulah, maka proses pembelajaran yang berlangsung harus sedapat mungkin menerapkan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” harap Bunda PAUD.

Bunda PAUD selanjutnya menjelaskan, bahwa baik model pembelajaran yang kreatif maupun inovatif pada PAUD berkaitan erat dengan konsep bermain, di mana bermain merupakan salah satu hal paling mendasar yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Melalui kegiatan bermain dalam model pembelajaran yang kreatif itu, anak usia dini dimungkinkan untuk dapat membangun imajinasi dan berpikir alternatif. Sedangkan melalui kegiatan bermain dalam model pembelajaran yang inovatif, anak usia dini diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuan secara mandiri.

Di akhir perbincangan dengan media ini, Bunda PAUD memberikan apresiasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah melaksanakan kegiatan evaluasi ini. Bunda PAUD berharap agar ke depan kegiatan evaluasi seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih memadai, sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal. ”Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah melaksanakan kegiatan evaluasi ini. Selanjutnya, saya berharap agar setiap tahun dapat dilaksanakan kegiatan evaluasi kinerja, bukan saja terhadap para kepala sekolah, tetapi juga terhadap para guru PAUD di daerah ini. Melalui evaluasi rutin tersebut, diharapkan dapat dihasilkan sejumlah rekomendasi yang dapat digunakan bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hal ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat Tanimbar yang cerdas,” tutup Bunda PAUD.

Selama masa pandemi Covid-19, proses pembelajaran pada jenjang PAUD di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terpantau masih terus berlangsung dengan sistem belajar dari rumah sebanyak dua kali seminggu, yaitu pada setiap hari Senin dan Jumat.


Share post ini: