BUPATI DAN WAKIL BUPATI DAPAT GELAR NAMA ADAT TANIMBAR DI LARAT


Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon dan Wakil Bupati Agustinus Utuwaly mendapat gelar nama adat Tanimbar sekaligus dikukuhkan menjadi anak –anak adat Tanimbar oleh Tua-tua adat dari kecamatan Tanimbar Utara di Larat (02/02) lalu. Pemberian gelar nama adat tersebut saat Bupati dan Wakil Bupati melakukan kunjungan kerja pekan lalu untuk mengikuti sidang adat pergantian nama jembatan di Kecamatan Tanimbar Utara Larat.

Saumlaki, Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon dan Wakil Bupati Agustinus Utuwaly mendapat gelar nama adat Tanimbar sekaligus dikukuhkan menjadi anak –anak adat Tanimbar oleh Tua-tua adat dari kecamatan Tanimbar Utara di Larat (02/02) lalu. Pemberian gelar nama adat tersebut saat Bupati dan Wakil Bupati melakukan kunjungan kerja pekan lalu untuk mengikuti sidang adat pergantian nama jembatan di Kecamatan Tanimbar Utara Larat.

Sidang adat pergantian nama Jembatan diawali dengan proses pemberian gelar nama Adat Tanimbar oleh tua-tua adat asal 8 desa di kecamatan Larat, antara lain : Desa Ritabel, Ridol, Lelangluan, Watidal, Kelyobar, Kelaan Lamdesar Timur, dan Lamdesar Barat kepada Bupati dan Ibu Fatlolon dan Wakil Bupati dan Ibu Utuwaly sekaligus dikukuhkan sebagai anak Adat Tanimbar. Bupati dan Wakil Bupati saat diukukuhkan mengenakan pakaian adat Tanimbar yaitu Topi/Tarfelar, Salendang /Ababi, Keris dan Tombak. Sedangkan Ibu Bupati dan Ibu Wakil Bupati Mengenakan pakaian adat Anting/Kamena, Belusu/Sislor dan Rante/ Marumat. Selanjutnya Bupati Petrus Fatlolon dikukuhkan dengan nama Adat : MEL IYAAN yang artinya Orang besar atau kakak tertua, dan Ibu Fatlolon dikukuhkan dengan gelar nama Adat Tanimbar LAMDITI yang artinya PUTRI KAYANGAN. Sedangkan Wakil Bupati Agustinus Utuwaly dikukuhkan dengan nama Adat Tanimbar MELAFRUAN dan Ibu Utuwaly dikukuhkan dengan nama adat Tanimbar LIMDITI IFRUAN.

Usai pemberian gelar nama adat dilanjutkan dengan sidang adat pergantian nama jembatan dari nama Wearfur menjadi LETA KORAAN. Leta artinya Jembatan dan KORAAN artinya Selat sehingga LETA KORAAN artinya Jembatan yang menghubungkan pulau Larat dengan pulau Yamdena yaang dibuka oleh 2 kepala desa yakni kepala desa Ridol dan Kepala desa Ritabel dan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh 4 Kepala desa dan ketua DPD.

Muspika Tanimbar Utara, Kapolsek Tanimbar Utara, dan Koramil yang hadir pada sidang adat tersebut menjadi saksi dalam pelaksanaan penandatanganan deklarasi tersebut Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan naskah deklarasi dari pimpinan sidang kepada camat seterusnya kepada Bupati untuk ditidaklanjuti. Setelah usai dilakukan sidang adat Bupati dan wakil Bupati melakukan dialog dengan masyarakat yang terfokus pada peningkatan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan secara khusus di kecamatan Tanimbar Utara.

Dalam dialog, Bupati atas nama pemerintah daerah memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat Larat berupa satu unit Mikro Bus perdesaan dan beasiswa bagi siswa- siswi berprestasi dan yang berekonomi lemah pada jenjang pendidikan tingkat sekolah Dasar hingga yang menempuh sekolah pada jenjang Perguruan tinggi serta bantuan dana bagi pembangunan gedung gerja Santo Pius (X) Larat.

Sidang adat yang berlangsung di Kecamatan Tanimbar Utara itu sebelumnya diwarnai dengan tari-tarian adat oleh kelompok masyarakat sebagai wujud dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Bupati dan Wakil Bupati.

Dukungan dan antusiasme masyarakat Larat terhadap Bupati dan wakil Bupati tersebut menunjukan wujud dan tanggapan positif yang mengakui kinerja dalam pemerintahan daerah saat ini, karena tidak dipungkuri hasil pembangunan dalam berbagai aspek sudah mulai terlihat.


Share post ini: