BUPATI FATLOLON, BUKA MUSRENBANG TINGKAT KABUPATEN


BUPATI MALUKU TENGGARA BARAT-PETRUS FATLOLON SAAT MEMBUKA MUSREMBANG TINGKAT KABUPATEN BERTEMPAT DI GEDUNG KESENIAN SAUMLAKI,(15/3).

Saumlaki, Guna mengakselerasi pembangunan yang berkualitas dan berkesinambungan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Pemerintah Daerah menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (MUSRENBANG) tingkat Kabupaten guna mengakomodir berbagai program skalah prioritas pembangunan melalui musrenbang tingkat kabupaten, berlangsung di Gedung Kesenian Saumlaki (15/03) lalu.

Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon ketika membuka Pelaksanaan Musrenbang tersebut mengatakan, “Musrenbang Kabupaten secara substansial mempunyai fungsi yang sangat penting dan strategis khususnya dalam kerangka efektifitas dan optimalisasi perencanaan pembangunan daerah, pencapaian tujuan, sasaran, program, dalam berbagai tahapan pemerintahan serta sinergitas antara pemerintah dengan pemangku kepentingan,yang bertujuan dapat mendorong peningkatan partisipasi pemangku kepentingan (Stakeholder) untuk penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang memuat prioritas pembangunan daerah.”

Dikatakannya, Tahapan perencanaan yang dilakukan ini sesungguhnya merupakan mata rantai dalam proses pembangunan secara simultan sehingga telah berdampak langsung terhadap perubahan-perubahan yang cukup signifikan pada berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir, hasil pembangunan sejauh ini paling tidak dapat ditentukan melalui beberapa indikator makro daerah antara lain:

  1. Bahwa sesuai dengan data yang dirilis BPS, keadaan penduduk tercatat berjumlah 111.083 jiwa di tahun 2016, dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 0,60% atau bertambah sebanyak 658 jiwa dari tahun 2015.
  2. Angka Kemiskinan mencapai 28,31%, atau masih terdapat 31.447 jiwa penduduk MTB yang dikategorikan miskin, jika dilihat dari data tersebut maka upaya untuk mengentaskan kemiskinan hanya mampu dientaskan sebesar 0,86% dari tahun 2015.
  3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 5,25% atau masih terdapat 2.816 jiwa yang menganggur dari usia angkatan kerja.
  4. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten MTB mengalami pelambatan sebesar 5,91% di tahun 2016 atau mengalami penurunan sebesar 0,12% dari tahun 2015 dimana lapangan usaha yang menyumbang terbesar pertama adalah sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 9,72%, kedua sektor industri pengolahan sebesar 9,71%, ketiga sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 8,21% dan keempat sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,6%, sementara sektor-sektor lainnya hanya mampu berkontribusi dibawah 1-7%. Capaian tersebut bila dibandingkan dengan tingkat pencapaian PDRB yang terus mengalami pertumbuhan positif melalui kontribusi lapangan usaha tertinggi didominasi oleh 3 sektor utama, yakni: (1), sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib atau 34,56%, (2)sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 19,81% dan (3), sektor Konstruksi sebesar 14,37%, sementara sektor-sektor lainnya mampu berkontribusi terhadap PDRB hanya sebesar 0,04-8%. Gambaran tersebut menunjukan bahwa capaian PDRB Perkapita Kabupaten MTB bertumbuh positif dari capaian 17,20 juta rupiah menjadi 19 juta rupiah di tahun 2016.
  5. Tingkat Inflasi merupakan alat untuk mengukur daya beli masyarakat yang menunjukan bahwa Inflasi yang dapat dikendalikan hingga mencapai 8,39% pada akhir tahun 2016.
  6. Salah satu indikator untuk mengukur kualitas hidup manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia/IPM, tahun 2016 mencapai 61,12 point. Sejumlah komponen yang mengukur capaian IPM, antara lain dilihat dari Angka Harapan Hidup yang menunjukan bahwa rata-rata lama hidup masyarakat MTB hanya mencapai 62,93 tahun, disamping itu, Rata-Rata Lama Sekolah baru mencapai 8,99 tahun sedangkan angka Harapan Lama Sekolah baru mencapai 11,82 tahun. Ini berarti kecenderungan bersekolah hanya mampu sampai kelas 9 atau setingkat kelas 3 SMP. Selain itu, jika dilihat dari Pengeluaran Perkapita Disesuaikan mengalami peningkatan hingga mencapai Rp. 5.901.000 sehingga jika dirata-ratakan, maka pendapatan masyarakat setiap bulannya baru mencapai Rp. 491.750 setiap bulannya pada tahun 2016.

Mencermati capaian tersebut lanjut Bupati, sesungguhnya masih menggambarkan sejumlah permasalahan yang sedang atau akan dihadapi nantinya. “Untuk itu, saya berharap agar perencanaan yang disusun hendaknya dilakukan secara cermat dan tepat serta didukung dengan data dan informasi yang akurat termasuk sasaran yang jelas agar menjadi input dalam perumusan program dan kegiatan yang memiliki skala prioritas untuk ditetapkan dalam RKPD Kabupaten MTB Tahun 2019 yang pada akhirnya akan dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2019.

Selanjutnya Bupati mengatakan, Berdasarkan kepercayaan yang diberikan selaku Bupati dan Wakil Bupati dalam memimpin daerah ini lima tahun ke depan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku menyatakan bahwa Kepala Daerah wajib menetapkan RPJMD 6 bulan setelah dilantik, berdasarkan amanat yang diberikan itu, kami bersyukur karena Kabupaten MTB berhasil menduduki urutan pertama menetapkan Perda Nomor 16 Tahun 2017 tentang RPJMD 2017-2022 dari 5 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada tahun 2017di Provinsi Maluku.

Sesuai dengan Perda tersebut, maka Visi Lima Tahun ke depan yang kami usung, adalah: Mewujudkan Masyarakat Maluku Tenggara Barat Yang Sehat, Cerdas, Berwibawa dan Mandiri. Visi tersebut dijabarkan kedalam 6 Misi, yakni :

1) Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, bermartabat dan unggul. 2) Membentuk sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani. 3) Mengembangkan perikehidupan rakyat yang religius, toleran, berkarakter dan bermartabat sebagai modal sosial guna mendorong akselerasi pembangunan. 4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkarakter melayani, responsif dan akuntabel. 5) Meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan. 6) Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana infrastruktur.

Dalam upaya untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, sekali lagi sangat ditentukan dari perencanaan yang dilakukan dihari ini. “ harapanSaya, Musrenbang Kabupaten ini dilakukan secara baik dan tertanggungjawab, sehingga terjadi timbal balik yang berfungsi sebagai sarana dan wahana saling tukar informasi baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun dalam pemantapan usulan, kebutuhan yang mendapat skala prioritas untuk dilaksanakan di tahun 2019. “ungkap Bupati.

Untuk menjaga penyelerasan antara kebijakan pembangunan daerah dengan pembangunan nasional, kata Bupati, maka perencanaan Pembangunan tahun 2019 dilaksanakan dengan mengacu pada tema tahunan yakni: Percepatan Penyediaan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk memacu Investasi dalam rangka Pembangunan yang berkelanjutan. Tema tersebut harus menjiwai seluruh konsepsi pikir kita untuk merumuskan perencanaan yang bernilai prioritas tinggi yang selaras dengan prioritas Nasional, Provinsi dan Kabupaten. Seiring dengan itu, maka perencanaan Kabupaten MTB Tahun 2019, didasarkan pada 6 (enam) Prioritas Pembangunan Daerah, yaitu :

1) Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan; 2) Peningkatan kualitas layanan kesehatan dan gizi masyarakat; 3) Meningkatkan Perikehidupan Rakyat yang Religius, Toleran, Berkarakter dan Berwibawa; 4) Peningkatan Peran dan Fungsi Birokrasi yang Berkarakter Melayani, Responsif dan Akuntabel; 5) Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran; 6) Peningkatan Cakupan Penyediaan Infrastruktur.

“hendaknya dalam forum diskusi nantinya lebih bersifat strategis dan diletakanpada skala prioritas berdasarkan hasil penjaringan aspirasi masyarakat (jaringan asmara) dan bukan merupakan usulan yang bersifat keinginan belaka. Mestinya seluruh rencana pembangunan daerah diletakan pada kondisi yang riil serta kebutuhan yang nyata dan mendesak, sehingga dapat mengakomodir seluruh aspirasi yang tumbuh dan berkembang secara cepat dan tepat, sehingga dapat menjawab tuntutan pembangunan yang menyentuh secara langsung kebutuhan dasar masyarakat yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi konkrit dalam meletakan landasan yang kuat bagi penyelenggaraan pembangunan di tahun 2019.”Harap Bupati.

Bupati juga berharap, pelaksanaan musrenbang mampu melahirkan proses perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif, dan akuntabel, sehingga bermuara pada tersedinya dokumen perencanaan yang semakin berkualitas, sehingga kabupaten ini bisa maju, berkembang dan setara dengan Kabupaten/Kota lain di Provinsi Maluku. Musrenbang yang dibuka Bupati Maluku Tenggara Barat tersebut dihadiri Kasubid Infrastruktur Bappeda Provinsi Maluku, Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat, Sekretaris Daerah Maluku Tenggara Barat, Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara Barat serta seluruh Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat.KOMINFO-MTB


Share post ini: