Bupati Fatlolon “Kepala Bagian Tata Usaha RSUD PP Magrety Saumlaki harus kita ganti”


Bupati Fatlolon “Kepala Bagian Tata Usaha RSUD PP Magrety Saumlaki harus kita ganti”

Saumlaki, Kepala bagian tata Usaha RSUD PP Magrety Saumlaki harus kita ganti karena tidak masuk kantor tanpa izin, hal ini akan berdampak pada gangguan administrasi kepegawaian. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon ketika melakukan kunjungan kerja di RSUD PP Magrety 16/01 lalu di Saumlaki.

Memang disadari bahwa seorang Aparatur Sipil Negara terus dituntut untuk menunjukan predikat dan loyalitas, berdedikasi, berdisplin yang tinggi serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban karena harus bertindak sebagai penggerak pembangunan Negara. Karena itu jika seorang ASN yang mengabaikan tugas apalagi meninggalkan tempat dan tidak bertanggungjawab terhadap tugas dan fungsinya, tidak bisa tidak akan mendapat teguran tegas hingga pada pergantian jabatan yang diemban.

Menyangkut ketidakhadiran Kepala tata usaha RSUD PP Magrety yang berinisial (D B) Fatlolon menegaskan yang bersangkutan harus diganti karena tidak masuk kantor tanpa alasan yang jelas.” kepala tata usaha akan kita ganti karena tidak ada di kantor, katanya ada di luar daerah tanpa alasan yang jelas dan praktis administrasi disini akan terganggu, kita akan ganti yang bersangkutan dan nanti Badan Kepegawaian yang akan berikan sanksi karena yang bersangkutan meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas ” tegas Fatlolon.

Sementara itu direktur RSUD PPP Magrety Saumlaki dr. Lusia Felndity menanggapi ketidakhadiran Kepala tata Usaha RSUD PP Magrety tersebut mengatakan, Kepala tata usaha RSUD yang berinisial DB tidak lagi melaksanakan tugas, dan sudah dikroscek ke sekretariat daerah karena bersangkutan memiliki jabatan eselon 4 yang harus mendapat izin tertulis Bupati jika keluar daerah, namun setelah dikroscek tidak ada surat izin dari yang bersangkutan. “saya mengetahuinya kalau eselon 4 harus izinnya ke pak sekda saya sudah kros cek ke pak Sekda ternyata izinnya tidak ada, beliau mulai tidak hadir tanggal 22, 23 Desember, lalu tanggal 3 harusny masuk beliau tidak hadir, tanggal 4,5,6 hadir, tanggal 8 hadir selanjutnya tanggal 9 tidak hadir ”jelas Felndity.

Menyinggung kehadiran masuk kantor dari ASN lain yang bekerja di RUSD PP Magrety Saumlaki Felndity mengakui, para pegawai pada umumnya cukup baik dan selalu dipantau ekstra untuk mengetahui pergantian ship, mana yang bertugas pagi siang dan malam hari. “pegawai lain pada umumnya cukup baik, memang rumah sakit ini kehadirannya kita harus pantau ekstra karena tugas mereka dibagi per ship, jadi ship pagi, siang dan malam, harus dilakukan kotrol ekstra supaya kami tahu kira-kira ketika kami hadir pagi apakah yang bersangkutan tugas sudah siang pagi atau lepas malam ” tambah Felndity.

Selanjutnya ditambahkan, dirinya telah menugaskan stafnya untuk menyiapkan laporan kinerja selanjutnya akan mendapat arahanya atasan, jika terdapat pegawai yang melakukan pelangaran maka akan menerima saknsi sesuai aturan displin yang berlaku. “sudah disiapkan laporan kinerja dari teman-teman PNS untuk berikutnya disampaikan ke atasan dan akan mendapat arahan lebih lanjut apakah nanti pegawai – pegawai tersebut memang terbukti selanjutnya diberikan sanksi seperti apa. ”Tutupnya.


Share post ini: