Bupati Kepulauan Tanimbar Menyambut Hangat Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan Gubernur Maluku, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar


Penyambutan Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Maluku, oleh Bupati Kepulauan Tanimbar di Bandar Udara Mathilda Batlayeri

Saumlaki - Diskominfo. Hari ini (Kamis, 17 Juni 2021) Tanimbar mencatat sejarah dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., Menteri Perencanaan pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Kepala Bappenas) Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dan Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail, S.H., di daerah bertajuk duan lolat ini.

Kunjungan para pejabat negara tersebut disambut hangat oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, S.H., M.H., di Bandar Udara Mathilda Batlayeri, Lorulung, Kecamatan Wertamrian. Turut hadir dalam penyambutan rombongan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unit kerja terkait dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan tindak lanjut dari pengembangan Lumbung Ikan Nasional sebagai salah satu program strategis nasional. Sementara itu, kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Laut di KabupatenKepulauan Tanimbar dalam rangka meresmikan Dermaga Lanal Saumlaki.

Seusai penyambutan rombongan di bandara, para menteri bersama Gubernur Maluku didampingi Bupati Kepulauan Tanimbar bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sejumlah pimpinan SKPD dan unit kerja dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengunjungi lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ukurlaran di Desa Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan. Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut menuju ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Saumlaki.

Kunjungan kerja kedua menteri bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Gubernur Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini, berlangsung selama sehari penuh, sebelum akhirnya bertolak ke Kota Ambon pada sore harinya.

Selepas pelaksanaan kunjungan kerja, Bupati Kepulauan Tanimbar melaksanakan jumpa pers bersama para awak media, bertempat di rumah jabatan bupati. Di dalam jumpa pers tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar menjelaskan bahwa dalam rangka pembangunan fasilitas perikanan yang terpusat di Ambon New Port, maka diperlukan dukungan dari pelabuhan-pelabuhan penyangga yang terdapat di lima sampai enam titik di Provinsi Maluku. Pelabuhan Ukurlaran merupakan salah satu pelabuhan penyangga dimaksud. “Karena itu, Saumlaki ditetapkan sebagai salah satu SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) di Provinsi Maluku, di mana untuk maksud tersebut Pelabuhan Ukurlaran akan dibenahi secara besar-besaran dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung,” jelas Fatlolon.

Pada kesempatan jumpa pers tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar juga menjelaskan bahwa sesuai konsep yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, pengembangan usaha perikanan di Tanimbar tidak saja dimaksudkan untuk perikanan tangkap tetapi juga untuk perikanan budidaya. “Jadi, nanti bukan saja untuk perikanan tangkap, tetapi juga untuk perikanan budidaya. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo, untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Itu agenda utama dari kedua menteri dalam kunjungan kerja hari ini,” terang Fatlolon.

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Maluku, dan Bupati Kepulauan Tanimbar di PPI Ukurlaran

Pada kunjungan kerja kedua menteri tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar juga berkesempatan untuk menyampaikan secara langsung proposal pengembangan nelayan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada Menteri Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bupati Kepulauan Tanimbar mengusulkan pengembangan infrastruktur di Tanimbar sebagai salah satu daerah perbatasan di Indonesia. “Tadi, Bapak Gubernur Maluku telah menandatangani proposal yang kita ajukan di ruang tunggu Bandar Udara Mathilda Batlayeri. Saya meminta kesediaan beliau, dan beilau menandatangani usulan tersebut. Usulannya ada 2 triliun lebih, yang di dalamnya sudah termasuk kebutuhan listrik dan air bersih,” jelas Fatlolon.

Bupati Kepulauan Tanimbar menyampaikan proposal usulan pembangunan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, disaksikan oleh Gubernur Maluku

Beberapa kawasan yang diusulkan antara lain Selaru, Fordata, Watmuri, Arma, Atubul Da, Atubul Dol, Ilngei, dan Wowonda. “Pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar Ilngei dan Wowonda. Selain itu, diusulkan pula penyelesaian pembangunan jalan dari Romean sampai Adodo Fordata, karena jalan itu sudah dibuka tetapi belum selesai. Masih dibutuhkan dua sampai tiga tahun anggaran lagi untuk dapat menyelesaikan jalan Fordata. Kalau jalan di Selaru, hotmix-nya belum sampai di Eliasa, sehingga diusulkan peningkatan (hotmix) ruas jalan dari Kandar sampai ke Eliasa,” terang Fatlolon.

Terkait dengan pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu di Provinsi Maluku, akan disediakan sekitar 3000 kapal. “Tadi Bapak Gubernur Maluku sudah menginformasikan kepada saya, bahwa ada sekitar 3000 kapal yang disediakan untuk Maluku. Tentunya tidak semua kapal itu akan beroperasi di Tanimbar, karena sebagian akan beroperasi ada di Kei, Aru dan lain-lain. Kapal-kapal tersebut akan disebarkan ke semua daerah penyangga Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Provinsi Maluku, termasuk kita di Tanimbar,” jelas Fatlolon.

Selain itu, Bupati Kepulauan Tanimbar juga menyampaikan usulan penambahan panjang runway Bandar Udara Mathilda Batlayeri dan Pelabuhan Laut Saumlaki. “Secara teknis akan diusulkan dari dinas teknis maupun instansi vertikal, tetapi saya mengusulkan secara umum kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas,” kata Fatlolon.

Terhadap berbagai usulan tersebut, baik Menteri Kelautan dan Perikanan maupun Menteri PPN/Kepala Bappenas menyambut positif. “Tanggapan kedua menteri ketika kami menyerahkan proposal sangat positif, tentunya akan diproses sesuai dengan mekanisme. Tidak ada janji angka, tentunya akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara saat ini. Sebagaimana kita ketahui bersama, sekarang masih dalam kondisi pandemi COVID-19 di negara kita, maka pasti programnya akan bertahap,” jelas Fatlolon.

Sementara itu, melalui sambutannya pada saat peresmian Dermaga Lanal Saumlaki, Kepala Staf TNI Angkatan Laut mengemukakan bahwa dermaga merupakan salah satu fasilitas yang harus dimiliki oleh lanal yang memiliki tugas untuk menyelenggarakan dukungan logistik unsur-unsur operasional, khususnya KRI maupun kapal-kapal TNI Angkatan Laut lainnya. Pada kesempatan yang sama Komandan Lanal Saumlaki Letkol Laut (P) Ridwan Rizky Musa menjelaskan bahwa Dermaga Lanal Saumlaki yang telah dibangun sejak 17 Januari 2019, memiliki panjang 141 meter dan lebar 12 meter, serta kedalaman 14 sampai dengan 16 meter. Dermaga ini diklaim dapat menampung kapal dengan berat 12.000 gross tonnage (GT), di mana dengan kapasitas tersebut dermaga ini dapat disandari oleh semua jenis kapal milik TNI Angkatan Laut.

Peresmian Dermaga Lanal Saumlaki (Sumber: www.lelemuku.com)

Turut hadir dalam peresmian Dermaga Lanal Saumlaki, Dandim 1507/Saumlaki, Kapolres Kepulauan Tanimbar, Danlanud Nifmasbulur, Dan Yonif 734/SNS, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta sejumlah pimpinan SKPD dan unit kerja dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.


Share post ini: