Bupati KKT Serahkan 194 SK CPNSD


Bupati Kepulauan Tanimbar - Petrus Fatlolon : “Saya percaya 194 orang CPNS akan memberikan contoh teladan yang baik, terutama di lingkungan kerja kita masing-masing”.

Saumlaki, Pemerintah daerah melalui Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku melaksanakan penyerahan 194 Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (SK CPNSD) yang telah dinyatakan lulus seleksi dan verifikasi administrasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pada kesempatan tersebut Bupati KKT yang didampingi Sekretaris Daerah dan pimpinan SKPD menyampaikan harapan kepada seluruh CPNS agar dengan sungguh-sungguh mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat di kabupaten yang berjuluk Duan-Lolat tesebut.

“Saya percaya 194 orang CPNS akan memberikan contoh teladan yang baik, terutama di lingkungan kerja kita masing-masing”. Kata Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon di Saumlaki, Rabu (12/6/2019).

Kegiatan penyerahan SK CPNS yang direncanakan berlangsung jam 07.00 WIT berlangsung aman dan lancar. Terdapat beberapa CPNS tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati selaku Atasan Pembina Kepegawaian telah menginstruksikan BKPSDM untuk melakukan teguran lisan kepada CPNS yang tidak hadir pada saat itu.

“Hari ini kita jadwalkan jam tujuh pagi untuk CPNS, namun daftar hadir yang ada hanya sekitar 119 orang dan absen itu sudah saya tutup, dengan begitu maka yang tidak hadir atau terlambat hari ini, kita akan lakukan pembinaan khusus dan diberikan teguran sesuai dengan PP 53 tahun 2010.” Ujar Fatlolon.

Penyerahan SK CPNS diawali dengan penandatanganan pakta integritas yang ditandatangani oleh beberapa perwakilan CPNS dan disaksikan Bupati Kepulauan Tanimbar. Isi pakta integritas tersebut antara lain tentang penempatan sesuai dengan formasi dan tempat tugas, serta batas waktu permohonan pengajuan mutasi keluar KKT.

“Misalnya, kita akan melakukan mutasi di internal kabupaten, katakanlah di Molu Maru ada yang pensiun, kita butuh kirim dari Arma ke Molu Maru, tetapi dalam satu kabupaten. Untuk keluar dari kabupaten sesuai dengan fakta integritas tadi bahwa harus bertugas dan mengabdi di kabupaten ini selama 10 sampai 20 tahun sesuai dengan yang sudah di cantumkan dalam pakta integritas.” Kata Fatlolon.

Sebagaimana diketahui formasi CPNS Tahun 2019 telah diusulkan kepada Menpan-RB, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak seperti tahun 2018. Formasi tersebut lebih banyak difokuskan kepada pendidikan, kesehatan, teknik sipil, arsitektur. Khusus formasi pendidikan, lebih banyak konsentrasi pada pendidikan MIPA, Fiska, Biologi, IPA dan Bahsa Inggris.


Share post ini: