BUPATI MALUKU TENGGARA BARAT MEMBANTAH TELAH DITETAPKANNYA SELARU SEBAGAI LOKASI KILANG BLOK MASELA


“saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan di MTB untuk menunggu dan bersama-sama mendukung tahapan Pre-FEED yang saat ini sementara dikerjakan oleh INPEX sehingga dapat memperoleh hasil maksimal dan secepatnya masuk ke tahapan-tahapan selanjutnya sampai pada produksi” tutup FATLOLON.

Saumlaki, Bupati Maluku Tenggara Barat, PETRUS FATLOLON membantah bahwa telah ditetapkannya  Pulau Selaru di Kecamatan Selaru Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai Lokasi Pembangunan Kilang Blok Masela oleh INPEX. Hal tersebut disampaikan FATLOLON ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (23/5), sekaligus mengoreksi pemberitaan beberapa media online yang menyebutkan bahwa telah ditetapkannya Selaru sebagai lokasi Pembangunan Kilang Blok Masela oleh pemerintah pusat.

“Ada 2 lokasi yang direncanakan menjadi Lokasi Kilang Blok Masela, yaitu Kecamatan Selaru dan Kecamatan Tanimbar Selatan. Dari segi kesiapan Infrastruktur dan luas wilayah, maka Kecamatan Tanimbar Selatan lebih potensial untuk dijadikan Lokasi Pembangunan Kilang Blok Masela, namun saat ini kita belum bisa menyampaikan dan menentukan dimana pastinya, karena saat ini kegiatan Pre-FEED (Front End  Engineering Design) oleh INPEX sementara berlangsung, dan dari hasil Pre-FEED itulah baru kemudian bisa ditetapkan pasti dimana lokasi yang pasti” tuturnya.

Dari hasil sosialisasi terkait pengembangan proyek LNG Abadi Masela yang dilakukan SKK Migas dan INPEX kepada pemangku kepentingan di MTB akhir April lalu, diperoleh informasi bahwa Tahapan Pekerjaan Pre-FEED yang sementara dilaksanakan direncanakan berlangsung selama kurang lebih enam bulan, serta akan menghasilkan desain kasar fasilitas LNG darat (Float Processing Storage & Offloading atau FPSO hingga kilang darat), estimasi biaya, jadwal yang lebih detail dan yang paling penting Rekomendasi Lokasi Kilang LNG yang selama ini menjadi bahan perdebatan publik MTB.

Tahapan penting lainnya yang selanjutnya akan dikerjakan oleh INPEX setelah Pre-FEED yaitu pengajuan Revisi POD untuk memperoleh persetujuan pemerintah, Pekerjaan FEED, Final Investment Decision (FID) atau keputusan final investasi, Engineering, Procurement  and Construction (EPC) dan Pekerjaan Produksi.

“saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan di MTB untuk menunggu dan bersama-sama mendukung tahapan Pre-FEED yang saat ini sementara dikerjakan oleh INPEX sehingga dapat memperoleh hasil maksimal dan secepatnya masuk ke tahapan-tahapan selanjutnya sampai pada produksi” tutup FATLOLON.


Share post ini: