BUPATI FATLOLON, TINJAU PEMBONGKARAN BERAS 150 TON DI KRI TELUK SAMPIT 515


BUPATI MALUKU TENGGARA BARAT-PETRUS FATLOLON BERFOTO BERSAMA KOMANDAN LANAL SAUMLAKI(KIRI) DAN KOMANDAN KRI TELUK SAMPIT 515 (KANAN), USAI MENINJAU PEMBONGKARAN BERAS (16/3).

Saumlaki, Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon ketika melakukan peninjauan langsung proses pembongkaran beras kepada awak media di Pelabuhan Saumlaki mengatakan, 150 ton beras yang diangkut oleh KRI Teluk Sampit 515 milik TNI Angkatan Laut merupakan kepedulian TNI Angkatan Laut. “ini merupakan kepedulian dari TNI Angkatan Laut, dari Pak KASAL dan Pak Danlanal Saumlaki dan TNI – Polri secara menyeluruh untuk mendukung dan memastikan ketersedian beras di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, ini bentuk nyata aksi sosial dari TNI Angkatan Laut kepada masyarakat, “ungkap Bupati.

Selanjutnya Bupati mengatakan, untuk memastikan ketersedian stock beras di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, pemerintah daerah akan menyurati Pihak TNI AL untuk secara reguler menggerakan kapal TNI untuk mengangkut beras secara terus-menerus ke Saumlaki. Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Ibu Ety Werembinan yang dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi barang beredar dalam hal perlindungan konsumen termasuk mengantispasi kenaikan harga yang telah disepakati bersama termasuk beras yang baru disuplay.” Kami akan melakukan pengawasan ketat jalur distribusinya, jadi memang dalam pendistribusiannya, kita meminta distributor untuk menjual beras dengan harga tertentu yang telah disepakti bersama dengan kita, jadi mereka tidak bisa lagi menaikan harga diluar kesepakatan yang telah dibuat bersama BUMD dan Perdagangan.”tandas Werembinan.

Pada kesempatan yang sama Direktur BUMD Kabupaten Maluku Tenggara Barat Poly Sabono mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah pedagang sebagai distributor dan pengecer, dan dijual langsung kepada masyarakat “tentunya harga yang kita berikan kepada pengecer dengan harga yang langsung kita jual berbeda, marginal keuntungan dari pengecer tetap kita jaga, tetapi pada prinsipnya bahwa kita tetap akan menekan harga beras minimal dibawah harga pasar saat ini. Harga pastinya, kita berikan dengan harga RP. 10.000/kg untuk beras jenis kwalitas medium dan Rp. 11.500/kg untuk kualitas beras jenis medium plus. “ Ujar Sabono.

Hingga kini kondisi beras di kota Saumlaki kembali menjadi stabil setelah pihak TNI Angkatan Laut menggerakan 2 buah Kapal perang, yakni KRI Teluk Sampit 515 untuk mengangkut 150 ton beras dari kota Ambon dan KRI Banten 516 yang mengangkut beras 300 ton dari Surabaya yang tiba di Saumlaki sejak 15 Maret lalu dan dilanjutkan dengan proses pembongkaran.

Proses Pembongkaran beras tersebut dilakukan di dermaga Saumlaki oleh tim gabungan baik dari TNI AD, TNI AU, Polres MTB dan para buru pelabuhan Saumlaki. Hadir pada proses pembongkaran beras yakni Danlanal Saumlaki, Wakapolres Saumlaki, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Saumlaki, Direktur PT Kalwedo Kidabela Kab.MTB, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kab.MTB, Kadis Koperasi UMKM dan Transmigrasi Kab.MTB, serta sejumlah ASN dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat. KOMINFO-MTB


Share post ini: