DARWIN – SAUMLAKI YACHT RACE 2018


Lomba Perahu Layar Darwin Saumlaki kembali digelar dengan Nama Yacht Race 2018, kali ini mengikutsertakan 9 perahu layar,dan telah dilepas tanggal 1 Juli 2018 kemarin.

Saumlaki, Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan  Pemerintah Australia yang telah dirintis beberapa waktu lalu dengan sebutan Lomba Layar Darwin -Saumlaki kembali dilanjutkan dengan mengikutsertakan 9 kapal layar dalam Yacht Race 2018.

Informasi yang diterima dari Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara Barat menyebutkan 9 kapal layar yang telah dilepas dari Darwin Australia sejak tanggal 30 Juni 2018 satu diantaranya memilih kembali pulang karena kondisi laut yang begitu berkecamuk.

Berikut nama 9 kapal layar beserta nakhoda dan jumlah crew masing-masing :  (1). Avango dinakodai oleh Peter Lockket  dengan 5 crew. (2).Khamsin : Adam Gollow dengan 4 Crew. (3) Kuching : Bruce Panting dengan 5 crew. (4) Mai Tai : Tan Pallock dengan 4 crew. (5) Porut 45 : Greg Lye dengan 4 crew. (6) Psendorca : Carol Palmer dengan 6 crew. (7). Synchconicity Too : Veroniqe De Vaulx dengan 7 crew. (8) Vitamin B : Steve Winspear dengan 4 crew. (9) Waloop : Marcus Ilton dengan 6 crew.

Selain 9 kapal layar beserta crewnya juga diiformasikan yang mengikuti lomba Darwin- Saumlaki Yacht Race 2018 terdapat sejumlah pejabat yang akan berkunjung ke Saumlaki melalui trasportasi udara yang dijadwalkan tiba tanggal 5 Juli untuk mengikuti acara seremonial di Saumlaki tanggal 5 juli 2018.

Untuk mengisi acara seremonial tersebut Dinas Pariwisata akan menggelar kegiatan  budaya  dilakukan dalam bentuk lomba yang disebut dalam bahasa Tanimbar Membungkus Lele yang diikuti oleh para pelancong tersebut.

Lomba Membungkus Lele tersebut adalah  warisan leleluhur Tanimbar yang hingga saat ini masih dilestarikan  karena merupakan budaya dan ciri Khas orang Tanimbar.

Selain lomba Membungkus Lele yang akan digelar nanti,  para pelancong juga akan melakukan Tour City ke tempat- tempat bersejarah seperti mengunjungi Desa Tumbur sebagai desa penghasil patung ukiran, serta tempat wisata lain yakni, desa Sangliat Dol yang terkenal dengan peninggalan sejarah Perahu Batu.

Informasi yang dihimpun dari panitia Sail tentang 9 kapal layar yang mengikuti lomba tersebut, satu kapal layar diantaranya  memilih tidak dapat melanjutkan perjalanannya ke Saumlaki dengan alasan kondisi laut yang begitu menantang.

Saat berita ini diturunkan belum diketahui nama kapal layar  yang gagal mengikuti lomba Darwin -Saumlaki Yacht Race 2018. (Diskominfo),


Share post ini: