Kapasitas Dermaga Pelabuhan Kelas II Saumlaki perlu diperpanjang hingga 300 Meter


Kapasitias Dermaga pelabuhan Saumlaki masih perlu untuk diperpanjang hingga 300 meter dari 240 meter yang ada sehingga dapat menampung setiap Kapal Pelni yang masuk secara bersamaan.

Saumlaki, Kapasitias Dermaga pelabuhan Saumlaki masih perlu untuk diperpanjang hingga 300 meter dari 240 meter yang ada sehingga dapat menampung setiap Kapal Pelni yang masuk secara bersamaan.

“Kalau kita punya pelabuhan dibilang cukup secara kasat mata ada waktu yang luang tetapi secara hitung–hitungan fasilitas kita harus diperpanjang dermaga kita minimal 300 meter yang sekarang ada 240 meter itu juga kenyataan di lapangan ada kapal yang kita dahulukan misalnya ada kapal dalam hal ini Sirimau atau Leuser begitu juga Tol Laut dan kapal–kapal perintis lainnya. Ungkap Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas II Saumlaki, Jusuf Heljanan, ST di Saumlaki belum lama ini.

Menurutnya, pada saat dermaga penuh ada kapal terpkasa harus yang angker ketika penumpangnya sudah turun, setelah itu kita arahkan kapal itu untuk lego jangkar dan melayani penumpang dulu. tetapi kalau kondisi dermaga sudah penuh dari kapal tol laut kapal pelni, berarti kapal perintis kargo tidak dapat kita dalam satu waktu yang bersamaan dermaga kita tidak dapat menampung semua kapal pada saat yang bersamaan. ”ungkapnya

Karena itu dengan kondisi tersebut pelabuhan dermaga tersebut diharapkan kedepan pelabuhan dermaga tersebut harus diperpanjang.

“Kita sudah berupaya di pusat untuk penambahan panjang dermaga tetapi untuk tahun ini blm dianggarkan tetapi kalau tahun 2020 belum rekomendasi oleh pemerintah pusat sehingga kami tak henti–hentinya berusaha untuk ada penambahan fasilitas dermaga khususnya penambahan panjang dermaga, terminal penumpang. “lanjutnya

Ditambahkan, demi menjaga kebersihan di Laut pihaknya senantiasa menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut.

“Saya sebagai kepala UPP Saumlaki berharap supaya masyarakat dapat membantu dalam tertib di pelabuhan, menaati anjuran dari petugas kami, tidak boleh  membuang sampah karena kita punya program tersendiri terkait pembersihan laut dari sampah artinya meminimalisir penggunaan plastik teristimewa di lokasi pelabuhan.”

Selain itu dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Hal – hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat agar tidak memaksakan untuk berlayar dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“ kita bisa melarang kapa –kapal  utnuk berlayar sesuai moto kita “ lebih baik tidak berangkat dari pada tidak sampai Ke tempat tujuan” karena kondisi cuaca yang mempengaruhi, perlu diingatkan bahwa untuk Maluku dan Indonesia cuaca juga tidak dapat diprediksi lagi, tiba–tiba hujan angin, ombak naik, tetapi kami selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk dapat mengetahui kondisi cuaca di wilayah perairan di mana kapal–kapal yang dapat berlayar dan dapat tiba di tempat tujuan dengan tidak terganggu oleh cuaca saat kapal diberangkatkan. “tandasnya

Mengenai pengoperasian pelabuhan rakyat omele dia mengatakan, Hal itu merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“UPP Pusat sangat mendukung pemerintah daerah untuk pengoperasian pelabuhan rakyat  dan lebih maksimal di pelabuhan omele sehingga diharapkan agar  masyarakat yang menggunakan kapal rakyat  sudah harus dipikirkan pelabuhan rakyat di saumlaki sudah siap,  tinggal pemanfaatan dan menjaga sama–sama, jika ada kekurangan dapat didiskusikan dengan pemerintah supaya pembenahan lebih lanjut  demi terwujudnya kegiatan aktifitas di omele berjalan baik. Lanjutnya. kita sebagai Syahbandar sama mendukung untuk pengoperasian pelabuhan rakyat omele dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Harapnya.


Share post ini: