Desa Latdalam Mewakili Maluku di Lomba Desa Tingkat Regional


Hery Saksono : “Lomba desa ini diadakan tujuannya untuk mengevaluasi bagaimana tingkat perkembangan desa, dilihat dari 3 aspek, aspek pemerintahan, aspek kewilayahan (teritorial), aspek kemasyarakatan.”

Saumlaki, Kegiatan lomba desa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri RI, melalui Surat Keputusan Gubernur Maluku menetapkan Desa Latdalam Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku dan berhak mewakili Maluku pada Lomba Desa Tingkat Regional.

Ketua Tim Penilaian Lomba Desa Tingkat Regional IV, Hery Saksono, yang juga adalah staf Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri mengatakan, ada 5 hal yang harus dipahami terkait lomba desa antara lain, tata kelola pemerintahan desa, Innovasi desa, Pengembangan wilayah dan potensi unggulan desa, Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas modal usaha dan Perekonomian melalui entitas bisnis pemerintah desa.

“Lomba desa ini diadakan tujuannya untuk mengevaluasi bagaimana tingkat perkembangan desa, dilihat dari 3 aspek, aspek pemerintahan, aspek kewilayahan (teritorial), aspek kemasyarakatan.” Jelas Hery Saksono di Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (15/7/2019).

Terkait tata kelola pemerintahan desa sangat ditentukan oleh masyarakat desa yang melakukan interaksi. Jika masyarakat desa yang membangun pemerintah desanya, pemerintah desanya akan terbangun sehingga harus ada interaksi.

“Koreksi tidak apa-apa. Bahasa kerenya KSMT, K (Koreksi), S (Saran), M (Masukkan), T (Tanggapan). Berikan KSMT ke pemerintah desanya agar lebih maju.” Ujar Hery.

Menyinggung Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas modal manusia, Hary mengatakan, kita memiliki infrakstruktur bagus tapi jika SDM-nya biasa saja, tidak akan pernah maju. Kita harus perbaiki diri masing-masing.

“Anak-anak di Latdalam harus sekolah, tidak boleh tidak sekolah, jika mengalami kesulitan, sudah banyak disediakan lembaga-lembaga pembiayan yang akan mengatur terutama untuk anak-anak di desa-desa.” Harapnya.

Tahapan penilaian yang dilakukan diawali dengan menentukan 5 kelurahan dan 5 desa yang diambil (the best five) disetiap pulau termasuk Maluku, kemudian dilakukan verifikasi administrasi. Setelah itu tim menentukan nominator berdasarkan passing grade. Wilayah/regional dibagi berdasarkan 6 pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, Bali dan Nusa Tenggara.

Menurut Hery, kesiapan Desa Latdalam jika terpilih sebagai nominasi, maka pemerintah desa harus siap menceritakan kondisi desa. Mulai dari pemerintahannya seperti, teritorial dimana bumi itu dipijak, harus bisa dijelaskan, setelah itu kondisi masyarakat, dinamika seperti apa.

“Bagi saya, desa yang menceritakan tentang saya mempunyai mimpi seperti ini, tapi keterbatasan saya seperti ini, itu lebih dihargai karena ini bagian dari pembinaan.” Katanya.

Sebagamana diketahui, Tim Penilaian Desa Tingkat Regional tiba di Saumlaki pada tanggal, 15 Juli 2019 dan disambut langusung oleh Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon dan Ketua TP PKK Joice Fatlolon/Pentury serta pimpinan SKPD lingkup KKT, dan kemudian tim melanjutkan perjalanan ke desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Tim yang beranggotakan 6 orang tersebut, memiliki tugas masing-masing. Setibanya di Desa Latdalam mereka melakukan peninjauan langsung terhadap objek-objek penilaian seperti lokasi wisata air Werturlely, Wisata Batloysa (Batu Lubang), Kelompok Pengrajin Tenun Ikat Weturlely, Pusat Ole-Ole Desa Latdalam, Kelompok Belajar Kerajinan Tradisional, dan Puskemas Pembantu Desa Latdalam.

“Ada hadiah yang disiapkan Pak Dirjen Bina Pemerintahan Desa, sedang berupaya untuk mengajak teman-teman yang juara itu ke beberapa negara untuk studi bersama, baik dalam konteks budaya maupun dalam pengembangan kapasitas (human capital). Pungkas Hery.


Share post ini: