Diklat Perkoperasian Diharapkan Meningkatkan Kesejahteraan


Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Piterson Rangkoratat : “Mudah-mudahan di tahun ini Dinas Koperasi bisa melakukan terobasan-terobasan baru, untuk kemudian produk dari koperasi bisa memperoleh pasaran yang memadai untuk meningkatkan ekonomi anggota termasuk masyarakat kita di KKT.”

Saumlaki, Koperasi merupakan wujud dari ekonomi kerakyatan, dimana koperasi telah memberikan warna dalam upaya peningkatan kesejahteraan anggota khususnya, dan masyarakat sekitar pada umumnya. Diharapkan pendidikan dan pelatihan perkorepasian mampu meningkatkan ekonomi masyarakat secara umum dan anggota koperasi secara khusus.

“Pada dasarnya koperasi itu memberikan manfaat ekonomi.” Kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Piterson Rangkoratat di Saumlaki, Kamis (22/8/2019).

Namun salah satu kendala pengelolaan hasil produksi sejumlah koperasi maupun usaha mikro, kecil dan menengah adalah persoalan pemasaran, karena sejauh ini masih menjadi hambatan utama dalam.

“Mudah-mudahan di tahun ini Dinas Koperasi bisa melakukan terobasan-terobasan baru, untuk kemudian produk dari koperasi bisa memperoleh pasaran yang memadai untuk meningkatkan ekonomi anggota termasuk masyarakat kita di KKT.” Kata Rangkoratat.

Sebagaimana diketahui bahwa jumlah koperasi yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 183 (seratus delapan puluh tiga) koperasi yang terdiri dari koperasi aktif sebanyak 155 (seratus lima puluh lima) dan koperasi tidak aktif sebanyak 28 (dua puluh delapan) koperasi.

Data rekapitulasi produk unggulan tenun ikat Tanimbar di 10 Kecamatan terdapat 206 kelompok tenun dan jumlah pengrajin tenun sebanyak 2.931 pengrajin. Pengembangan koperasi dan UMKM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini harus mendapat perhatian serius dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga ikut menyumbang menurunkan angka kemiskinan di daerah ini.

Diharapkan juga melalui diklat ini permasalahan yang ditemui dalam pengembangan koperasi dapat diatasi, sehingga ke depan akan tumbuh koperasi-koperasi yang berkualitas dan mampu mengelola potensi serta sumber daya yang tersedia.

Disamping itu, pelaku usaha mikro kecil menengah, khususnya para wirausahawan pemula perlu didorong untuk ikut memberika andil dalam pergerakan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang memiliki produk-produk andalan.

“Saya berharap diklat ini dapat dilaksanakan dengan baik dan seluruh peserta diklat dapat mengikutinya dengan tekun. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk mengembangkan pengetahuan dalam mengelola usaha.” Harap Rangkoratat.

Rangkoratat juga mengharapkan unit kerja teknis harus terus-menerus melakukan pendampingan yang berkamksud untuk memberikan arahan yang tepat kepada pelaku koperasi itu sendiri agar produk-produk usahanya dapat meningkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun.

“Kalo kualitasnya sudah bagus, sudah tentu pemasarannya juga bagus.” Pungkasnya.


Share post ini: