DINAS PMD MTB : GELAR KEGIATAN BURSA INOVASI DESA KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT


Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maluku Tenggara Barat menggelar kegiatan Bursa Inovasi Desa ( BID ) yang berlangsung di Gedung Serba Guna Hotel Galaxi Saumlaki. Jumat ( 26/10/2018 ).

Saumlaki, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maluku Tenggara Barat menggelar kegiatan Bursa Inovasi Desa ( BID ) yang berlangsung di Gedung Serba Guna Hotel Galaxi Saumlaki. Jumat ( 26/10/2018 ).

Asisten II bidang pembangunan, ekonomi dan kemasyarakatan setda Maluku Tenggara Barat dr Edwin Thomasoa ketika menyampaikan sambutan Bupati mengatakan, Program Inovasi Desa ( BID ) merupakan salah satu upaya pemerintah guna mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015 – 2019, yakni Nawacita ketiga, Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa dan daerah dalam bingkai NKRI.

”disinilah kesempatan strategis untuk tidak hanya mengetahui “ cerita sukses ” dari praktek cerdas pembangunan desa tersebut yang sudah divalidasi oleh Kementerian Desa, PDTT untuk kepentingan pembangunan desa masing – masing, ” katanya

Dikatakan, Bursa Inovasi Desa hari ini tentunya bukan pameran produk seprti yang selama ini dikenal oleh pemerintah desa dalam hal pembangunan desa, tetapi merupakan pameran ide – ide kreatif dalam pembangunan desa yang dapat mempengaruhi kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan desa untuk tahun 2019 mendatang, melalui komitmen replikasi inovasi desa sesuai dengan kebutuhan, masalah dan potensi yang tentunya sangat beragam di setiap desa.

” Karena itu, Pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan BID ini dan mengharapkan agar seluruh peserta dapat mempelajari keseluruhan menu yang tersedia baik pada bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, bidang pembangunan sumber daya manusia maupun bidang infrastruktur, ”lanjutnya

Dikatakan, Pemerintah Daerah setujuh bahwa ketiga bidang inilah yang dapat mengungkit perubahan positif untuk kemajuan desa. Secara khusus, pengembangan inovasi desa, sangatlah sejalan dengan visi Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang pada intinya merupakan ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan masyarakat MTB yang sehat, cerdas, berwibawa dan mandiri dengan memajukan desa dan masyarakat pada 10 kecamatan dan 80 desa di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten MTB telah memiliki kebijakan terkait pengembangan inovasi daerah baik pengembangan produk unggulan daerah, program dan kegiatan unggulan daerah maupun kerjasama lintas sektoral untuk mengembangkan inovasi daerah.

Menurutnya, Pengembangan inovasi desa akan menjadi berdayaguna jika dapat disinergikan dan bahkan dikolaborasikan dengan peran pemerintah daerah melalui program dan kegiatan inovasi yang juga dilaksanakan oleh SKPD, dengan tetap mendayagunakan kewenangan desa sebagai nadi utama dari semangat UU Desa.

” Melalui BID saya mengharapkan SKPD yang mempunyai tugas langsung di desa, agar dapat memberikan penjelasan atas program/kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2019 agar dapat selaras dengan perencanaan pembangunan desa. SKPD menawarkan ide atau gagasan dalam membangun dan memberdayakan desa sesuai tugas dan pokok masing-masing’ “ ungkapnya

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Yongky Souisa Bursa Inovasi Desa (BID) dalam sambutannya tersebut mengatakan, Inovasi, kata kunci untuk kemajuan  bangsa, mirip dengan pendidikan. Inovasi tidak mengenal usia, gender, maupun latarbelakang sosial.

“Hanya satu faktor yang diperlukan untuk memulai proses inovasi dan menggulirkan produk inovatif adalah niat melakukan perubahan, ” kata Soulisa. Kapasitas desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam prespektif desa membangun disadari masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat pemerintah dan masyarakat, kualitas tata kelola dsa, maupun sistem pendukung pendamping.

”sebagai dampaknya, kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Aspek lain juga harus diperhatikan secara serius dalam pengelolaan pembangunan desa adalah, ketersediaan data yang memadai, meyakinkan dan up to date, mengenai kondisi objektif maupun perkembangan ketersediaan data sangat penting bagi semua pihak yang berkepentingan dalam memajukan desa, terlebih khusus bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Selanjutnya dikatakan, Bursa Inovasi desa bukan saja untuk memamerkan produk dalam bentuk barang, namun para penyedia jasa memamerkan ide, gagasan dan metode, atau memperhatikan keseuksesan yang telah dipraktekan di desa yang dapat ditiru oleh desa lainnya.

”perlu saya sampaikan bahwa dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa ini kami ingin menghadirkan para penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD) sebanyak mungkin, tapi rupanya belum banyak lembaga atau institusi lembaga penyedia jasa atau pemberdayaaan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, ” ujarnya

Ditahun 2019, proyeksi dana transfer ke desa yakni ADD dan DD berjumlah 142 milyar rupiah. Hal ini menunjukan terjadi kenaikan kurang lebih 10 % dari ADD dan DD tahun Anggaran 2018. Dia berharap, Pemerintah Desa dan BPD berpikir inovatif dalam membangun desa, budaya kerjasama dan keanggotaan dan kegotorongan dalam membangun desa harus terus ditingkatkan. ” Jangan karena ADD dan DD hubungan kerja menjadi disharmonis, saling curiga, saling lapor dan akhirnya mengorbankan masyarakat desa. Jadilah Bursa Inovasi Desa di saat ini untuk saling bertukar pengetahuan dalam praktek pembangunan. Para penyedia jasa teknis dan SKPD siap membantu desa untuk memajukan masyarakat, ” tegasnya.


Share post ini: