DIREKTUR PDAM SAUMLAKI JACK BATLAYAR OPTMIS AKAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAGI PAD KABUPATEN MTB


Diakuinya sejak perusahaan daerah itu berdiri, sampai sekarang belum perna memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah, “saya sangat optimis dan itu merupakan bagian dari tanggunjwab PDAM untuk harus memberikan kontribus bagi PAD, setelah kondisi keuangannya sudah membaik, karena itu setelah saya dilantik dan pada hari kedua, saya melakukan penataan kembali lembaga PDAM ini secara internal yakni mengefesiensi keuangan perusahaan,” ungkap Batlayar di ruang kerjanya (10/7/2018).

Saumlaki (Diskominfo). Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Jack Batlayar, purnawiran TNI AD, menyatakan optimisme bahwa ke depan pihaknya akan memberikan kontribusi bagi penerimaan PAD. Optimisme tersebut mendorong dirinya untuk melakukan berbagai terobosan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu secara internal, sampai pada  semua kecamatan setelah dirinya dilantik akhir Juni 2018.

Diakuinya sejak perusahaan daerah itu berdiri, sampai sekarang belum perna memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah, “saya sangat optimis dan itu merupakan bagian dari tanggunjwab PDAM untuk harus memberikan kontribus bagi PAD, setelah kondisi keuangannya sudah membaik, karena itu setelah saya dilantik dan pada hari kedua, saya melakukan penataan kembali lembaga PDAM ini secara internal yakni mengefesiensi keuangan perusahaan,” ungkap Batlayar di ruang kerjanya (10/7/2018).

Selain mengefesiensi keuangan perusahaan, dirinya juga akan membatasi perjalanan dinas, yang selama ini dilakukan pada perusahaan tersebut. Contoh, ada perjalanan dinas ke ibukota negara dengan biaya perjalanan dinas yang menggeluarkan dana kurang lebih dua puluh lima juta per orang, namun hasil dari perjalanan dinas tersebut tidak terlihat manfaatnya.”imbas yang kita dapat sekarang adalah kas perusahaan menjadi kosong. Dasar itu maka  pertama kali saya melakukan perombakan struktur organisasi perusahaan, karena dengan strukutur itu saya mendapatkan orang-orang yang dipercaya untuk mengamankan keuangan perusahaan,”

Batlayar mengaku, meskipun telah dilakukan pergantian pimpinan dari periode ke periode, namun satupun pimpinan yang belum berani melakukan penyegaran struktur organisasi karena membutuhkan sebuah keberanian. “bagaimana kita menginginkan perusahaan ini berjalan berkembang bagus sementara kita tidak berani mengambil resiko merombak struktur yang ada, bagi saya itu sebuah resiko untuk mendapatkan yang terbaik,” tegas Batlayar.

Menyinggung sumber-sumber penerimaan, Batlayar mengatakan, ada dua sumber penerimaan yang selama ini dilakukan antara lain, penerimaan melalui rekening air dan non air, “kemarin saya sampaikan ke pak bupati pendapatan kita kalau normal, kurang lebih empat ratus juta rupiah per bulan, itu baru rekening air, kalau non air seperti pemasangan baru, penjualan air, itu juga ada namun masih terbatas dengan sarana prasarana penunjang, seperti belum ada mobil tangky air dan sebagainya” katanya.

Menyandang jabatan direktur yang belum sebulan itu, dirinya bermimpi untuk ke depan masyarakat pelangggan puas menikmati air bersih berjalan non stop 24 jam dengan moto, tugasku adalah kebanggaanku, “saya mau jadikan pegawai PDAM ini untuk disegani dan dihargai masyarakat.”  harapannya.

Keberhasilan yang dicapai tidak semudah membalik telapak tangan, karena membutuhkan waktu dan proses, meskipun berdasarkan informasi sebelumnya, diakui terjadi kotak-kotakan secara internal namun kami berupaya merangkul semua pegawai, ibarat satu kesebelasan untuk bersama bergandengan tangan membangun perusahaan milik daerah itu ke depan. Mengenai para pegawai yang belum menerima gaji kurang lebih 3 bulan, sedang diupayakan untuk dilakukan pembayarannya dalam bulan Juli ini.

©diskominfo-mtb


Share post ini: