Dispar Promal Lakukan Pembinaan Kepada Pelaku Usaha


Asisten Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kemasyarakatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Edwin Tomasoa : “Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat, sebab pertumbuhan ekonomi negara yang rendah akibat krisis, dapat melemahkan sektor-sektor ekonomi produktif masyarakat.”

Saumlaki, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku melakukan kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pelaku Usaha Kreatif di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), yang diharapakan dapat mendorong penguatan ekonomi kreatif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat, sebab pertumbuhan ekonomi negara yang rendah akibat krisis, dapat melemahkan sektor-sektor ekonomi produktif masyarakat.” Kata Asisten Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kemasyarakatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Edwin Tomasoa, dalam sambutanya mewakili Bupati KKT di Saumlaki, Kamis (18/7/2019).

Lanjutnya, salah satu kebijakan yang dibuat pemerintah pusat adalah pengembangan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM), sebagai unit kecil kawasan pemusatan kegiatan IKM yang memiliki ciri tertentu.

“Bagi saya, pemusatan ini sangat penting dan sesuai dengan target pemerintah daerah yang menginginkan agar setiap daerah dapat memiliki satu produk unggulan berdasarkan potensi dan karakteristik dari masing-masing daerah.” Ujarnya.

Tomasoa berharap, pelaku usaha di kabupaten ini dapat terus berkembang dalam mewujudkan KKT yang lebih berkualitas, sejahtera, damai dan berkeadilan serta memperkuat perekonomian yang berdayasaing.

Pelaku usaha yang menghadiri kegiatan tersebut diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan tersebut agar semua informasi dan pengetahuan dapat diaplikasi secara baik dan benar demi kemajuan bersama.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Promal, Sjamsulbahry Joi Sangaji ketika ditemui disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini baru pertama kali di Tanimbar dan merupakan satu skenario kolektif dalam pengembangan ekonomi kreatif di Maluku.

Lanjutnya, tidak serta merta kita lakukan, tapi ini merupakan tugas Dinas Pariwisata dan juga institusi lain yang berkaitan. Perlu ada sinergitas dalam pembangunan ekonomi kreatif yang notabenenya adalah industri kecil menengah, sehingga memang benar-benar tenun Tanimbar atau patung Tumbur itu dapat mempunyai impek terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kita melihat bahwa ada potensi yang sangat menjanjikan di sini, yaitu tenun Tanimbar, kemudian seni patung Tumbur. Ini potensi yang memang luar biasa dan patut dikembangkan.” Ungkap Joi.

Kegiatan tersebut menghadirkan narsumber dari Badan Ekonomi Kreatif Jakarta yang juga berprofesi sebagai desainer, Sonny Muchlison. Pria dengan latar belakang master seni tersebut, ahli dalam mendesain produk-produk tenun.

Kegiatan yang dibiayai oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku tersebut, berlangsung di Aula MSC Saumlaki dan diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari, staf Dinas Pariwisata KKT, SKPD teknis lainnya serta para pelaku usaha ekonomi kreatif.


Share post ini: