GEMA menginspirasi semua generasi untuk berkomitmen Bangun Tanimbar


inisiator Gema Tanimbar - Firman :”GEMA Tanimbar bukan milik sebuah gereja, bukan milik denominasi, tapi GEMA Tanimbar adalah gerakan bersama seluruh kekuatan pemuda di kota ini untuk memberi dampak, menjadi jawaban, dan bersatu untuk berdiri di Tanimbar tanpa melihat perbedaan. Kami ada bukan untuk diri kami lagi, tapi untuk orang lain, mulai dari sekarang membangun kota dan generasi, dan Sudah waktu kita bersatu”

Saumlaki,  Gerakan membangun (GEMA) Tanimbar adalah suatu wadah yang merupakan gabungan generasi muda yang hadir tanpa perbedaan, berkomitmen dan menyatukan tekad untuk bangun Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

”GEMA Tanimbar bukan milik sebuah gereja, bukan milik denominasi, tapi GEMA Tanimbar adalah gerakan bersama seluruh kekuatan pemuda di kota ini untuk memberi dampak, menjadi jawaban, dan bersatu untuk berdiri di Tanimbar tanpa melihat perbedaan. Kami ada bukan untuk diri kami lagi, tapi untuk orang lain, mulai dari sekarang membangun kota dan generasi, dan Sudah waktu kita bersatu” kata inisiator Gema Tanimbar Firman kepada wartawan di Saumlaki.

Dikatakan, Gema hadir tanpa melihat perbedaan dan latarbelakang agama, karena perbedaan hanya menjadi batasan, sehingga upaya untuk bangun generasi dan Daerah kedepan akan semakin diperhadapkan dengan tantangan

”setelah kami berjumpa dengan perwakilan gereja–gereja bukan milik denominasi untuk menyatuhkan hati dan kerinduan melihat kebutuhan generasi di daerah, kami ada dan bekerja di pulau dan kota ini,  tetapi merasa dibatasi tembok dan cara kami masing–masing sehingga kadangkala tidak maksimal dalam menjawab kebutuhan kota dan generasi” katanya

Berbagai kegiatan yang  dilakukan dimaksudkan untuk menginspirasi semua generasi untuk tumbuh dan berkembang membangun secara bersama  kemajuan Tanimbar yang lebih baik.

”pertama yang akan kami lakukan adalah seminar narkoba, kami akan datangkan pembicara hari senin ibu Pdt. Pattinasari dan Kristofol Tapiheru, mereka orang Maluku yang berkiprah dalam pelayanan di luar Maluku dan saat mereka harus pulang untuk Maluku  dan melihat kebutuhan dari Maluku dan Tanimbar secara khusus” ujarnya

Seminar yang akan dilaksanakan pekan depan pada hari senin tanggal 20 Mei nanti  disponsori olehi Kapolres Kepulauan Tanimbar  berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta terlibat ibu-ibu PKK dan Pemerintah Daerah. Selanjutnya pada malam hari   tanggal 20 s/d 21 Mei 2019 ada KKR di taman kota terbuka untuk semua pemuda di kota saumlaki.

Menurutnya, Gema akan melakukan deklarasi bagi semua pemuda kota untuk membangun Tanimbar.

”Bagaimana selamatkan bumi dari sampah plastik, kami ditantang untuk membangun kota ini. Semua wartawan tahu bahwa bagaimana angka pelecehan di angka kekerasan terhadap anak, bagaiman angka kekerasan terhadap perempuan, pemerintah sudah berupaya dalam banyak hal tapi kami percaya bahwa pemudalah yang akan terobos sampai kepada unit terkecil dalam keluarga” tandasnya

Gema sudah dibangun di daerah-daerah lain  seperti di Jakarta dan di kota Ambon sehingga menjadi cikal bakal untuk menginspirasi generasi muda Tanimbar.  ”kami sangat berespon dengan bagaimana di tempat ini di kediaman para pendeta dan pastor dikumpulkan dalam satu wadah yang  disebut mesbah doa Tanimbar yang sering berdoa di tempat ini dan sudah berlangsung satu tahun” imbuhnya


Share post ini: