Jelang Ujian Nasional, Dinas Pendidikan Bentuk Tim Penyusun Soal UN 2019 Tingkat SD


kepala seksi Kurikulum dan pengenalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan -Th. Watumlawar : ”kita telah membentuk tim penyusun soal UASBN dari para guru yang memiliki komptensi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPA PPKN dan IPS, dan proses penyusunan soalnya dimulai dari tanggal 2 /s 4 April 2019,”

Saumlaki, Jelang  Pelaksanaan Ujian Nasional di tahun 2019 pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar membentuk Tim penyusun soal ujian Nasional sekaligus mengimput daftar  86 ke 120 sekolah tingkat Pendidikan Sekolah Dasar.

Kepala seksi Kurikulum dan Penilaian tingkat Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten kepulauan Tanimbar Th. Watumlawar yang dikonfirmasi di Saumlaki (18/3/2019) mengatakan, pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan terkait proses pelaksanaan Ujian Nasional 2019 diantaranya pembentukan tim penyusun Soal.

”kita telah membentuk tim penyusun soal Uas BN dari para guru yang memiliki  komptensi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonssia, IPA PPKN dan IPS, dan proses penyusunan soalnya  dimulai dari tanggal 2 /s 4 April 2019. Sedangkan mata pelajaran agama itu kita kerjasama dengan pihak Kementrian agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan soalnya sudah masuk, yang baru masuk itu agama Islam dan belum itu Kristen dan kami sementara koordinas, ” ujarnya.

Dikatakan, Pihaknya juga telah menyalurkan Pos UASBN ke sekolah-sekolah dan tahap awalnya sudah sosialisasi terkait dengan proses-proses pelaksanaan kegiatan UASBN termasuk menginput  daftar 855 DNS pada 120 sekolah tingkat Sekolah Dasar yang tersebar di Berbagai Kecamatan dan desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

”Datanya sudah terapdate sekitar 73 sekolah sedangkan yang belum sebanyak 47, kendalanya pada data siswa, jadi ada yang namanya salah, misalnya belum ada kartu keluarga dan kebanyakan dari sekolah-sekolah yang jauh dari ibukota kota Saumlaki” lanjutnya.

Dia berharap kerjasama Pemerintah Daerah, Orang tua dan masyarakat perlu ditingkatkan sehingga memajukan visi Misi Pemerintahan daerah 5 tahun ke depan.

“karena jika masyarakat tidak menunjang program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka untuk mencerdaskan siswa maka apa yang kita harapkan itu akan menjadi mubasir,” imbuhnya.

© Diskominfo 2019


Share post ini: