Kepala TBBM Saumlaki Bantah Rumor Kelangkaan BBM


Operate Heat (OH) TBBM Pertamina Saumlaki - Sidin Ibrahim Piadjo : “Pertamina tidak pernah kosong, belum habis sudah datang kapal, kita on time.”

Saumlaki, Rumor tentang kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah pada beberapa pangkalan minyak tanah di kota Saumlaki dan sekitarnya beberapa waktu, akhirnya mendapat tanggapan oleh Pimpinan Operasional TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) Pertamina Saumlaki.

“Ada empat agen di Kabupaten Kepulauan Tanimbar di antaranya, CV. Nike Perkasa, CV. Delta Jaya, CV. Vijiwi Petroleum, CV. Tutukratu Perkasa yang  jatah-jatah dari keempat cv itu ada 120 Ton.” Kata Operate Heat (OH) TBBM Pertamina Saumlaki, Sidin Ibrahim Piadjo di Saumlaki, Kamis (12/9/2019).

Menurut Sidin, jika kuota masing-masing agen tersebut ditotal, itu sudah cukup banyak dan juga sudah dihitung untuk kebutuhan minyak tanah di Tanimbar dan Maluku Barat Daya sehingga dipastikan dengan jumlah tersebut tidak akan kurang.

“Saya rasa untuk KL (kilo liter), ini banyak sekali dan setiap hari yang keluar, kita hitung rata-rata 791 Ton per bulan, sudah dengan MBD.” Jelasnya.

Jika terjadi kelangkaan BBM khususnya minyak tanah, sebaiknya mengecek langsung ke agen sebagai distributor karena dalam hal pengawasan sudah tidak menjadi tanggung jawab Pertamina jika sudah ada ditangan pada agen.

“Kalau sudah di luar sana sudah tugasnya pemerintah daerah karena HET (Harga Eceran Tertinggi) ditentukan oleh Pemda.” Tegasnya

Menurut Sidin, 761 KL khusus untuk Saumlaki sampai ke Larat, jadi menurutnya kuota tersebut cukup sampai satu bulan. Jika ada yang selundupkan ke industri, dan jika ada yang mengetahuinya segera lapor ke Pertamina.

“Saya akan kirimkan laporan ke GM (General Manager Pertamina) supaya dikurangi jatahnya, bisa saja dicoret usahanya.” Kata Sidin.

Pada dasarnya ketersediaan strok minyak tanah akan selalu terjaga dan tidak pernah mengalami kekosongan karena dengan kuota 971 Ton (971.000 liter) masyarakat dihimbau agat tidak perlu risau akan kurangnya minyak tanah.

“Pertamina tidak pernah kosong, belum habis sudah datang kapal, kita on time.” Tegas Sidin.

Sementara itu, pemilik CV. Vijiwi Petrolium, Andre Taborat ketika dikonfirmasi tentang kuota yang didistribusi menjelaskan, terkait pembagian kuota dan jadwal distribusi telah dialokasikan oleh pertamina.

“Jadi kemarin, di kita, per tanggal 9 dan 10 itu diberikan 10 kilo liter. Diantaranya titik Sifnana, Olilit, Pasar Lama, Pasar Omele dan dalam kota.” Jelas Andre

Dengan jumlah pangkalan yang didistribusikan sekitar 10-15 pangkalan dan dengan kuota yang berbeda-beda, ada yang mendapat 1 ton ada juga 3 drum, sehingga semua pangkalan tetap mendapat jatahnya.

“Sistimnya itu kita sudah buat listnya, untuk perencanaan bulan depan, pangkalan mana saja yang yang mendapat berapa KL. Jadi, dari kuotanya kita sudah kirim kurang lebih 100 KL. Dan kita masksimalin pasokannya, jadi kalau bilang kurang saya rasa tidak juga.” Pungkasnya.

Menurut Andre Taborat, distribusi minyak ke pangkalan sudah bagus, hanya saja harus diakui bahwa permintaan di pasar makin bertambah, tetapi kuotanya masih tetap dari tahun 2010 sampai sekarang ini.


Share post ini: