Kunjungan Wisman di Kepulauan Tanimbar


Kepala Dinas Pariwisata - Mynrik Batlolona : “Kalau kemarin cuma enam kali kunjungan, tetapi tahun ini sudah meningkat menjadi sembilan kali kunjungan pertahun dan direncanakan tahun depan ditambah jumlah kunjungan kapal pesiar.”

Saumlaki, Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi daerah. Pariwisata juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, serta memperkenalkan objek dan daya tarik wisata sehingga dapat menarik wisatawan.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah melakukan kerjasama dengan beberapa Tour Agent untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman) dan kesepakatan bersama agar semua performance yang ditampilkan oleh masyarakat kepada wisatawan dibayar oleh pihak Tour Leader dari kapal pesiar kepada masyarakat.

Dengan adanya kapal pesiar yang telah terjadwal tahun 2018 dan 2019 ada peningkatan kunjungan, walaupun masih beberapa kapal yang melakukan kunjungan itu. Kunjungan ini sudah rutin dan sampai bulan Mei 2019, jumlah Wisman menggunakan kapal pesiar yang masuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ada enam kali. Mereka mengunjungi destinasi wisata pulau Matakus dan Perahu Batu Desa Sangliat Dol.

“Kalau kemarin cuma enam kali kunjungan, tetapi tahun ini sudah meningkat menjadi sembilan kali kunjungan pertahun dan direncanakan tahun depan ditambah jumlah kunjungan kapal pesiar.” Ujar Kepala Dinas Pariwisata, Mynrik Batlolona, di Saumlaki, Jumat (24/5/2019).

Dari beberapa kali kunjungan ada hal-hal yang harusnya dipersiapkan oleh masyarakat dari sisi ekonomi misalnya hasil-hasil produk kerajinan tangan seperti tenun ikat, dan seni pahat masih. Maka melalui koordinasi dengan dinas teknis terkait kami menyiapkan masyarakat di destinasi untuk menyiapkan produk berupa kerajinan dan keterampilan mereka.

“Supaya setiap kali ada kunjungan wisatawan, mereka bisa membelanjakan uangnya kepada masyarakat dan diharapkan dari situ dapat meningkatkan pendapatan mereka.” Katanya.

Menurut Batlolona, beberapa hari lalu ada kunjungan kapal pesiar dari wilayah timur pulau Tanimbar dan sempat singgah di desa Sangliat Dol, namun karena cuaca yang buruk, mereka turun di Saumlaki dan mereka sempat mengunjungi situs budaya di Sangliat Dol.

Tahun 2020 sektor pariwisata akan menjadi salah satu sektor prioritas dari lima prioritas unggulan pemda KKT, maka perlu dilakukan pembenahan-pembenahan. Diharapkan kebijakan tersebut mendapat dukungan dari semua pihak, karena pariwisata membutuhkan investasi berbagai bidang.

“Investasi bukan hanya yang besar-besar, kelompok-kelompok usaha masyarakat selalu dipacu lagi untuk menyiapkan berbagai produk.” Ungkap Batlolona.

Batlolona mencontohkan saat kunjungan wisman ke Sangliat Dol, mereka cenderung mencari jajanan kuliner lokal namun sangat susah ditemukan dan ketika mereka mendapatkan pisang goreng antusias mereka sangat tinggi untuk menikmatinya.

“Jadi kita berpikir yang besar tetapi mereka mencari yang lokal, pisang goreng, sukun goreng, ubi goreng, bahkan setelah kami berikan kepada mereka, mereka saling berebutan. Katanya.

“Untuk itu kami ingin diskusikan kepada SKPD terkait lainnya, mari kita membantu masyarakat untuk menyiapkan berbagai kebutuhan para wisatawan yang memang mau membelanjakan uangnya.” Tutup Batlolona.


Share post ini: