Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan


Bupati Kepulauan Tanimbar - Petrus Fatlolon : “Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Hal ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.”

Saumlaki, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayan.” Sebagaimana telah disampaian oleh Presiden Joko Widodo dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.

“Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Hal ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.” Kata Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, dalam pada ssat membacakan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasioanal, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (2/5/2019).

Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumberdaya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Pendidikan karakter untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan.

“Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa ditengah perubahan global yang bergerak cepat.” Katanya

Bupati mengatakan, berbagai keterbatasan dalam proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di tanah air antara lain, masalah guru dan tenaga kependidikan, kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan, betapapun pemerintah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan paradigma pendidikan.

“Kita juga mencatat, anggaran pendidikan sekitar 63% dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan agar daerah mengambil peran aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%.” Kata Fatlolon.

Pada akhir sambutannya, bupati mengajak semoga melalui momentum hari pendidikan nasional, konsentrasi segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

“Selanjutnya, atas nama pemerintah ijinkan saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri terutama kepada ibu dan bapak pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang, para pegiat PAUD, pegiat literasi, para tokoh agama, wartawan dan kontributor pendidik lainnya, yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas, berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Pemberi Anugerah selalui meridohi kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tercinta.” Pungkas Fatlolon.

© Diskominfo 2019


Share post ini: