Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Inovasi Desa


Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Setda Kepulauan Tanimbar - dr. Edwin Tomasoa : “Pemanfaatan Dana Desa supaya lebih berkualitas, inovatif dan produktif sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta membuka peluang terhadapa terciptanya sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang baru.”

Saumlaki, Program Inovasi Desa telah diluncurkan sejak Tahun 2017 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia untuk memperkuat pendampingan desa. Diharapkan dapat mengintervensi peningkatan pemanfaatan Dana Desa untuk kesejateraan masyarkat.

“Pemanfaatan Dana Desa supaya lebih berkualitas, inovatif dan produktif sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta membuka peluang terhadapa terciptanya sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang baru.” Ujar Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Setda Kepulauan Tanimbar dr. Edwin Tomasoa di Saumlaki, Selasa (13/8/2019).

Menurut Tomasoa, dua agenda utama dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa adalah Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) dan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD).

PPID menyediakan praktek cerdas pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, sehingga dapat dikembangkan, dipertukarkan dan direplikasikan antar desa, antar wilayah dan bahkan antar daerah untuk mempercepat perubahan Desa menjadi lebih kuat, mandiri, sejahtera dan demokratis yang didampingi oleh P2KTD.

Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Tahun 2019 ini dilakukan di kecamatan atau kluster kecamatan dan direncanakan akan diselenggarakan pada akhir bulan Agustuts 2019, diharapkan lebih berkualitas baik pada pelaksanaan maupun output dan outcome-nya.

Sejalan dengan Visi Kabupaten Kepulauan Tanimbar “Masyarakat Tanimbar yang Sehat” salah satu kebijakan yang ditambahkan dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa Tahun 2019 adalah Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam bidang Kesehatan khususnya pelayanan posyandu dan bidang Pendidikan khususnya pelayana PAUD.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penanganan Stunting di Indonesia atau dikenal dengan Konvergensi Stunting.” Ujar Tomasoa

Stunting merupakan istilah yang dikenakan kepada manusi yang pertumbuhannya kurang optimal karena asupan gizi pada masa pertumbuhannya tidak diperhatikan dengan baik.

“Karena generasi yang sehat pasti menghasilkan generasi yang cerdas dan mampu bersaing di masa yang akan datang.” Tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyadari sungguh bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan di Tanimbar, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan oleh sebab itu dibutuhkan dukungan dan partisipasi serta keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk Tim Inovasi Kabupaten, Para Camat serta TPID, Pendamping Desa, bahkan yang paling penting adalah pemerintah desa serta seluruh perangkat dan masyarakat desa.

“Pemerintah Daerah tetap berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di daerah ini.” Pungkas Tomasoa


Share post ini: