OJK Promal Lakukan Literasi Keuangan Kepada Pengrajin Tenun Ikat Tanimbar


Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Joice Fatlolon : “bagi kami, salah satunya adalah pengelolaan keuangan yang belum dilakukan oleh para penenun sehingga mereka belum bisa membedakan mana dana yang digunakan untuk menenun dan dana yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnya ketika kita mau pesan barang lagi kadang mereka minta uang panjar untuk beli benang.”

Saumlaki, Menindaklanjuti pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku (Promal) bersama Dekranasada kabupaten/kota se-Maluku, dijumpai beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengelolaan usaha mikro kecil dan mengenah (UMKM).

Salah satu kendala tersebut adalah tentang pengelolaan keuangan UMKM yang bergerak dibidang usaha industri rumah tangga tenun ikat Tanimbar. Untuk itu melalui Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar difasilitasi untuk dilakukan kegiatan literasi dan keuangan kepada pengrajin tenun ikat Tanimbar di Saumlaki.

“bagi kami, salah satunya adalah pengelolaan keuangan yang belum dilakukan oleh para penenun sehingga mereka belum bisa membedakan mana dana yang digunakan untuk menenun dan dana yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnya ketika kita mau pesan barang lagi kadang mereka minta uang panjar untuk beli benang.” Kata Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar Joice Fatlolon di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Selasa (17/12/2019).

Diharapkan dengan pelatihan ini memberikan pengetahuan kepada para penenun tentang bagaimana mengelola keuangan khususnya dalam rangka pengembangan usaha tenun ikat Tanimbar yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut juga telah dilakukan komitmen antara pimpinan OJK dengan Bupati Kepulauan Tanimbar untuk membentuk Tim Pengendali Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“untuk Maluku baru hanya ada di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tenggara, diharapkan tahun depan sudah bisa terbentuk di Kepulauan Tanimbar,” Ujar Joice.

Diharapkan melalui tim tersebut dapat mencanangkan program-program yang langsung menginterfensi para penenun untuk dapat menggunakan jasa-jasa perbankan untuk pengembangan usaha mereka.

Selain itu, Dekranasda Tanimbar akan berusaha membantu memasarkan hasil-hasil kerajian terutama tenu ikat Tanimbar dengan beberapa pengusaha di kota Ambon.

“kami menampung dari para penenun dan kami sudah bekerjasama dengan beberapa tokoh ole-ole di Ambon, untuk kita masukan di beberapa toko di Kota Ambon.” Ujarnya

Dekranasda Tanimbar dan OJK Promal juga telah membahas beberapa program kerjasama diantaranya pendampingan permodalan melalui perbankan dan pemasaran hasil kerajinan.

Sebagaimana diketahui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. Dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan.

Selain itu, OJK menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan di seluruh Indonesia.


Share post ini: