Operasional Kapal Laut 30 GT Pindah Ke Pelabuhan Omele


Sekretaris Dinas Perhubungan KKT - Fredik Lethulur : “Tujuannya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, dan kita bangkitkan ekonomi yang merupakan hasil survey dari Kementerian Perhubungan.”

Saumlaki, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam waktu dekat akan memindahkan kegiatan operasional kapal laut berukuran 30 Gross Tonnage (GT) sampai 0 GT, dari pelabuhan laut Saumlaki ke pelabuhan Omele. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberkan peluang terhadap pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di Kota Saumlaki dan sekitarnya.

“Tujuannya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, dan kita bangkitkan ekonomi yang merupakan hasil survey dari Kementerian Perhubungan.” Kata Sekretaris Dinas Perhubungan KKT, Fredik Lethulur di ruang kerja Jl. Ir. Soekarno Saumlaki, Jumat (21/6/2019).

Diharapkan dengan dioperasikan pelabuhan laut Omele, akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi ini, masyarakat diberikan ruang untuk dapat membuka usaha, kapal laut dapat akses masuk dan ketersediaan stok barang lokal, berupa komoditi pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat terjawab. Hal ini juga menimbulkan embarkasi-debarkasi kapal-kapal pelayaran rakyat, transaksi keuangan, termasuk penambahan pendapatan asli daerah (PAD).

Proses pemindahan akan dilakukan bertahap, dan langkah awal yang dilakukan adalah melakukan rapat dan koordinasi dengan stakeholder terkait yang punya kewenangan dalam hal ini Syahbandar, KP3, Angkatan laut, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan stakeholder lainnya.

“Sesuai hasil rapat, kita semua sepakat bahwa sesuai dengan arahan Pak Bupati seluruh kapal-kapal rakyat yang beroperasi di daerah kabupaten khususnya di pelabuhan laut Saumlaki, kita mengarahkan semua di pelabuhan omele.” Kata Lethulur.

Lanjutnya, “Kita akan membentuk tim terpadu terdiri dari, Dinas Perhubungan selaku penyelenggara. Selama satu bulan penuh, kita akan melakukan pengawasan untuk memindahkan kapal-kapal rakyat.”

Walaupun dalam sisi teknis sesuai aturan, pelabuhan Omele masih membutuhkan pembenahan terhadap beberapa fasilitas pelabuhan seperti fender/dapra (karet penahan badan kapal dan dermaga), bolder (tempat tambatan kapal), penerangan, terminal, dan ruang tunggu. Tetapi untuk menjawab pertumbuhan ekonomi, pelabuhan laut Omele akan dikembangkan dan segera dioperasikan.

“Sambil mengoperasikan, kita akan siapkan fasilitas pelabuhan melalui dana DAK, maupun DAU yang kita siapkan di tahun 2020, maupun tahun 2019 untuk anggaran perubahan.” Ujarnya.

Lanjutnya “Mudah-mudahan di tahun ini (2019) dan tahun depan pelabuhan dari sisi teknis siap diopersikan dan diresmikan oleh bapak Bupati Kepulauan Tanimbar.” Pungkas pria blasteran Tanimbar – Kei tersebut.


Share post ini: