PDAM KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT MENGALAMI PERUBAHAN SIGNIFIKAN


Direktur PDAM Kabupaten Maluku Tenggara Barat J Batlayar yang dikonfirmasi menjelaskan, gaji pegawainya hanya tergantung pada pendapatan sehingga alasan keterlambatan pembayaran gaji pegawai mesti dipahami dan tidak disamakan dengan ASN yang menerima gaji setiap awal bulan berjalan.

Saumlaki, (diskominfo). PDAM  Kabupaten Maluku Tenggara Barat hingga kini mulai mengalami perubahan yang  signifikan. Perubahan tersebut terlihat dari disiplin pegawai yang diakui sudah mulai membaik dalam berbagai hal, meskipun pembayaran gaji pegawai  masih mengalami keterlambatan.

Direktur PDAM Kabupaten Maluku Tenggara Barat J. Batlayar yang dikonfirmasi menjelaskan, gaji pegawainya hanya tergantung pada pendapatan sehingga alasan keterlambatan pembayaran gaji pegawai mesti dipahami dan tidak disamakan dengan ASN yang menerima gaji setiap awal bulan berjalan.

Menurut Batlayar, Gaji pegawai sudah terbayar pada bulan Mei dan Juni, sedangkan gaji bulan Juli akan dibayarkan pada bulan Agustus ini. ”  saya pikir untuk gaji tidak ada masalah, karena kita sudah berupaya menekan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan,  ” ujar Batlayar.

Diakuinya, Perusahaan yang sedang dipimpinya masih mempunyai hutang yang merupakan salah satu penyebab kekosongan pada kas perusahaan, namun hal itu tidak menjadi kendala untuk pembayaran gaji pegawainya.

”jadi terhadap gaji itu saya sangat optimis akan diselesaikan. Kecuali pegawai cabang seperti di Adaut kecamatan Selaru yang belum menerima gaji sejak bulan Mei lalu karena belum beroperasi dengan alasan sejumlah peralatan seperti mesin, mengalami kerusakan karena termakan usia , ” beber Batalayar

Menyinggung soal penyertaan modal dari Pemerintah Daerah yang diharapkan untuk membantu menyelesaikan hutang opersional perusahaan, Batlayar mengaku pihaknya telah mengajukan permintaan pagu senilai 750 juta  rupiah, namun yang direalisasikan baru 500 juta rupiah.

“dari 500 juta itu kalau kita jumlah pengeluaran khususnya utang -piutang dan operasional perusahaan sebenarnya belum cukup, tetapi ya itu yang kita terima,  terpaksa itu yang akan kita kelola, dan yang akan kita pertanggungjawabkan kepada Komisi C DPRD MTB pada tahun 2019 mendatang,  sedangkan gaji pegawai kita pertanggungjawabkan kepada Bupati ” tandas Batlayar. Ditambahkan, jumlah keseluruhan pelanggan Air di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebanyak 6.805 terdiri dari pelanggan aktif sebanyak 6.168 dan tidak aktif 637.

©diskominfo-mtb


Share post ini: