Pelaksanaan Seleksi SEP Tahun 2019 Kembali Digelar


Koordinator Seleksi SEP 2019 - Ben Narahawarin : “Merupakan program lanjutan dari program yang sama yang sudah dilakukan sejak tahun 2015. Pemda, waktu itu masih MTB, pernah mengirim sejumlah murid dan guru untuk ikut program magang.”

Saumlaki, Kegiatan seleksi student education program (SEP) atau yang dikenal dengan program edukasi siswa, telah dilangsungkan beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari program yang sama yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Merupakan program lanjutan dari program yang sama yang sudah dilakukan sejak tahun 2015. Pemda, waktu itu masih MTB, pernah mengirim sejumlah murid dan guru untuk ikut program magang.” Ujar Koordinator Seleksi SEP 2019, Ben Narahawarin, disela-sela pelaksanaan seleksi di Aula MSC Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kamis (27/6/2019).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada guru dan siswa yang ada di KKT untuk berbagi pengalaman, belajar budaya dan juga menjalin hubungan pertemanan dengan Navitas Darwin di Australia maupun dengan sekolah-sekolah yang ada di KKT. Tujuan lainnya karena KKT berbatasan langsung dengan Australia dan pada pernah menjalin Sister City, dengan Saumlaki.

Menurut rencana, program SEP tahun 2019 akan menyeleksi dan menetapkan kuota sebanyak 10 peserta, terdiri dari sebagaian besar adalah siswa.

“Untuk tahun 2019, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak di Darwin, mereka hanya bisa menerima maksimal 10 peserta, karena di sana sekolah Internasional banyak negara dan daerah lain yang ada di Indonesia yang juga mengirim peserta, jadi kita tidak bisa mengirim lebih dari itu.” Ujar Ben Narahawarin.

Kegiatan seleksi yang dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal, 27 – 28 Juni 2019, berlokasi di Gedung MSC Saumlaki, yang dihadiri oleh Tim Seleksi dari siswa-siswa alumni SEP tahun-tahun sebelumnya. Ada tiga jenis tes yang dipakai dalam kegiatan seleksi tersebut antara lain, tes tertulis, tes wawancara dan tes kecakapan pengoperasian komputer.

“Nah, kali ini, sepecial karena peserta siswapun mengikuti tes tertulis, pertama. Ada soal yang diberikan oleh pihak Navitas Darwin atau sekolah penyelenggara, sedangkan ada oral tes atau tes wawancara.” Katanya

Terkait dengan tes wawancara, materi disampaikan berhubungan dengan pengetahuan kebudayaan, tentang Tanimbar secara menyeluruh, pemerintahan, sekolah tempat siswa belajar, tentang keluarga atau informasi-informasi lain dari peserta.

Diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah para peserta setelah mengikutu program mangang tersebut dapat saling berbagi ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut, terlebih khusus tentang penguasaan bahasa Inggris.

“Satu yang saya bangga tahun ini bahwa, peserta yang berangkat di 2016, kala itu mereka menjadi siswa SMP, ketika kami bertemu di lomba-lomba yang diselenggarakan Pemda, maupun dalam seleksi-seleksi ini, bahasa Inggris mereka sudah luar biasa.” Pungkasnya.


Share post ini: