Pemda Gerak Cepat Pengesahan Logo Baru Kabupaten Kepulauan Tanimbar


Sayembara Desain Logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Agustinus Rahanwarat : “sesungguhnya logo ini terinspirasi dari Lelbutir atau Loran (benda adat berbentuk anting-anting). Lelbutir ini adalah benda unik yang merupakan benda ritual di kepulauan Tanimbar yang sering dipakai sebagai harta (mas kawin) mempelai perempuan. Lelbutir juga menyatukan semua perbedaan yang ada di Tanimbar ketika orang bermusyawarah adat, bahkan mulai dari lahir, kawin sampai mati Lelbutir itu dipakai sebaga benda adat”

Saumlaki, Seiring dengan pergantian nama Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pemerintah daerah mempercepat penetapan dan pengesahan logo baru Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hal itu dibuktikan dengan Pembentukan Tim Seminar dan Uji Publik Desain Logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Maluku Tenggara Barat Nomor: 001.32-68-Tahun 2019 tanggal, 15 Januari 2019.

“Tim mulai melakukan pertemuan awal untuk mempersiapkan rencana seminar dan uji publik terkait dengan desain logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang mana desain logo ini telah ditentukan dalam sayembara pada HUT MTB Ke-19 Tahun 2018. Dan yang keluar sebagai pemenang pertama adalah Bapak Agustinus Rahanwarat.” Kata Koordinator Tim, Yohanes Batjeran, di Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar, Saumlaki, Senin (11/3/2019).

Rapat perdana ini bertujuan untuk menentukan tahapan-tahapan mulai dari perencanaan seminar dan uji publik sampai pada pembahasan rancangan peraturan daerah tentang logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Tim menargetkan dalam waktu dua minggu seluruh persiapan terkait proses penetapan logo ini sudah rampung dan dijadwal pada tanggal, 5/4/2019 akan diparipuranakan di DPRD dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menyingung maksud dilakukan seminar dan uji publik, Batjeran yang juga adalah Asisten Bidang Pemerintah Setda Kepulauan Tanimbar menjelaskan, maksud seminar tersebut untuk melihat apakah logo tersebut sudah memiliki kesempuranaan yang dikaji dari berbagai aspek misalnya latar belakang sejarah dan adat/budaya masyarakat Tanimbar, untuk itu sesuai jadwal akan dilakukan seminar dan uji publik pada tanggal, 25/3/2019.

“Pertemuan ini telah membahas tentang agenda kerja, anggaran kegiatan seminar dan uji publik, peserta yang diundang dalam seminar dalam hal ini tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Tanimbar baik yang ada di Saumlaki, Ambon, Jakarta, Yogyakarta. Finalisasinya akan kita sampaikan pada tanggal, 14/3/2019 dan akan dilaporkan kepada Bupati.” Jelas Batjeran.

Pada kesempatan terpisah pemenang Sayembara Desain Logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agustinus Rahanwarat ketika dikonfirmasi tentang ide dan gagasannya merancang Logo Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rahanwarat mengatakan, “sesungguhnya logo ini terinspirasi dari Lelbutir atau Loran (benda adat berbentuk anting-anting). Lelbutir ini adalah benda unik yang merupakan benda ritual di kepulauan Tanimbar yang sering dipakai sebagai harta (mas kawin) mempelai perempuan. Lelbutir juga menyatukan semua perbedaan yang ada di Tanimbar ketika orang bermusyawarah adat, bahkan mulai dari lahir, kawin sampai mati Lelbutir itu dipakai sebaga benda adat.” Jelasnya.

© Diskominfo 2019


Share post ini: