PEMDA MTB DUKUNG PROGRAM KAMPUNG BERSERI ASTRA


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat Venansus Batlayeri dengan sejuta pengalaman, memiliki kemauan tinggi, menggagas terwujudnya KAMPUNG BERSERI ASTRA tersebut. Ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5/2018) mengatakan, guna mendukung program pemerintah untuk mengentasan kemiskinan melalui percepatan pembangunan desa, PT. ASTRA mencanangkan program KAMPUNG BERSERI ASTRA menuju Desa Sejahtera. Program ini fokus pada peningkatan ekonomi berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa melalui pengembangan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) sesuai daerahnya masing-masing.

Saumlaki, ( Diskominfo). Sering terlintas di benak kita sejuta harapan untuk hidup dalam sebuah lingkungan/desa yang penuh kebahagiaan dan sejahtera karena menikmati kondisi perkampungan yang indah.

Program Kampung BERSERI ASTRA merupakan salah satu program unggulan PT. ASTRA INDONESIA yang beroperasi di Jakarta, bekerjasama dengan pemerintah membangun desa dari pusat sampai ke daerah terpencil di berbagai wilayah di Indonesia.

Program tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa, karena hampir sebagian besar daerah provinsi maupun kabupaten/kota sedang bergegas mendukung terwujudnya program tersebut. Banyak desa yang tersebar di kabupaten/kota pada 34 Provinis di Indonesia sudah  bergegas menuju KAMPUNG BERSERI ASTRA, bagaimana dengan Kabupaten Maluku Tenggara Barat ?

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat Venansus Batlayeri dengan sejuta pengalaman, memiliki kemauan tinggi, menggagas terwujudnya KAMPUNG BERSERI ASTRA tersebut. Ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5/2018) mengatakan, guna mendukung program pemerintah untuk mengentasan kemiskinan melalui percepatan pembangunan desa, PT. ASTRA mencanangkan program KAMPUNG BERSERI ASTRA menuju Desa Sejahtera. Program ini fokus pada peningkatan ekonomi berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa melalui pengembangan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) sesuai daerahnya masing-masing.

Setelah diproyeksi dengan potensi daerah kabupaten maluku tenggara barat, maka yang terpilih sebagai komoditi pendampingan adalah Bidang Kelautan dan Perikanan, selanjutnya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat diminta menyampaikan proposal kepada PT. ASTRA terkait kebutuhan-kebutuhan apa yang akan dijadikan sebagai obyek binaan.

Kita sudah ajukan proposal, dan PT. ASTRA bersediah untuk membina 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tanimbar Utara, Tanimbar Selatan dan Selaru.  Proposal itu akan ditandantangi oleh tim survei yang direncanakan dalam bulan Mei 2018, tiba di Saumlaki untuk melakukan penegasan, terhadap desa-desa yang akan dibina/didampingi itu. Lanjutnya, secara non-visiknya PT. ASTRA juga akan bekerjasama dengan Kementrian Kelautan RI untuk menggerakan bantuan-bantuan sebagai pelengkap dari pendampingan itu. Tim survei yang akan tiba di Saumlaki pada bulan Mei 2018 ini merupakan survei tahap II yang bertujuan untuk melihat secara langsung potensi dari 10 desa tersebut. Diharapkan hasil survei nanti, 10 desa itu dapat memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai desa BERSERI ASTRA.

Banyak pertanyaan muncul tentang 10 desa terpilih, karena ingin mengetahui desa-desa mana saja yang tersebar dalam 3 kecamatan itu ?  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat belum menyebutkannya, karena masih menunggu hasil survei tim astra.

Pernyataan yang sama disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindagnaker) Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Ibu Etty Werembinan yang ditemui di ruang kerjanya Kamis (18/5/2018) mengatakan, pihaknya menerima dan mendukung program PT. ASTRA sekaligus mempersiapkan para pedagang dan industri kecil. Dikuinya, Program Kampung Astra Berseri, terutama akan dilakukan dibidang Perikanan dan Kelautan namun harus didukung dengan sektor lain, yang memiliki perannya masing-masing. Mengapa tidak? misalkan saja, jika hasil produksi masyarakat dalam bidang perikanan semakin meningkat, selanjutnya mau dikemanakan. Hal ini yang harus dipikirkan oleh SKPD teknis lainnya dan salah satunya adalah Disperindagnaker dengan tugas dan fungsinya untuk mencari pasar.

Kemarin baru kami lakukan Business Metching Meeting (tatap muka langsung) dengan Kementerian Perdagangan di Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendatangkan begitu banyak pengumpul yang mampu membeli berbagai produk yang ada di daerah, terutama di Indonesia Timur. Kita sudah mengetahui Buyers (pembeli) yang ada di Surabaya yang kemudian bisa membeli produk perikanan maupun produk pertanian lainnya sehingga dapat bermafaat bagi masyarakat.

Saya pikir manfaat program PT. ASTRA bagi kabupaten ini, akan sangat besar karen memiliki rekan kerja yang banyak. Dia (rekanan-red) juga mampu mempromosikan daerah ini. Ketika perusahaan masuk dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) saja sudah sangat membantu, bahkan pegawai sendiri banyak, artinya Tanimbar ke depan akan lebih terkenal. Sekarang kembali ke kita, bagaimana mempersiapkan diri menyambut berbagai program yang dicanangkan pemerintah pusat. Untuk itu dia juga berpendapat, peran SKPD harus melakukan pendampingan yang lebih ketat terhadap masyarakat, sehingga misalkan ada bantuan yang diberikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan demi peningkatan pendapatan perkapita masyarakat itu sendiri.

Salah satu SKPD teknis lainnya yang dianggap memegang peranan penting dalam menyukseskan terwujudnya progam tersebut adalah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Kepala Dinas Kominfo MTB, Agustinus Songupuan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/5/2018) mengatakan, dirinya sendiri juga terinspirasi untuk mendukung sepenuhnya program PT. Astra tersebut. Hal tersebut wajib disuport karena mengingat perkembangan ke depan, model bisnis yang dimainkan kebanyak sudah menggunakan media online, sehingga sebagai leading sektor telekomunikasi dan informatika, dinas Kominfo wajib menyediakan berbaagai media online sebagai wahana untuk menampung dan menyalurkan setiap komoditi yang akan di jual ke luar daerah.

©diskominfo-mtb


Share post ini: