20 TPS di Kecamatan Tanimbar Selatan Akan Menyelenggarakan Pemungutan Suara Lanjutan


Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Regen Lartutul : “Penundaan pemilihan disebabkan karena pendistribusian ke TPS yang agak terlambat sampai pada batas akhir, waktu penutupan pemungutan suara. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) menjelaskan bahwa, dengan sebagian proses pemungutan penghitungan suara yang tertunda maka kami akan melakukan pemungutan suara lanjutan. Proses pemungutan dan penghitungan suara dilanjutankan karena kami sudah menyampaikan formulir C6 ke masyarakat untuk datang ke TPS. Masyarakat sudah datang namun karena beberapa kotak suara yang belum terdistribusi sampai TPS mengakibatkan pemilu belum dapat dilaksanakan dan kami mengambil keputusan untuk melakukan pemungutan dan penghitungan suara lanjutan.”

Saumlaki, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, berdasarkan hasil keputusan telah menyepakati rencana pemungutan dan perhitungan suara lanjutan pada 20 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Saumlaki dan Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Penundaan pemilihan disebabkan karena pendistribusian ke TPS yang agak terlambat sampai pada batas akhir, waktu penutupan pemungutan suara. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) menjelaskan bahwa, dengan sebagian proses pemungutan penghitungan suara yang tertunda maka kami akan melakukan pemungutan suara lanjutan. Proses pemungutan dan penghitungan suara dilanjutankan karena kami sudah menyampaikan formulir C6 ke masyarakat untuk datang ke TPS. Masyarakat sudah datang namun karena beberapa kotak suara yang belum terdistribusi sampai TPS mengakibatkan pemilu belum dapat dilaksanakan dan kami mengambil keputusan untuk melakukan pemungutan dan penghitungan suara lanjutan.” Kata Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Regen Lartutul, di Saumlaki, Kamis (18/4/2019).

Lanjutnya, “Kendala kami pada proses penyortiran dan pengepakan dan surat suara yang terlambat datang (buka saja di Kabuaten Kepulauan Tanimbar tapi se-Maluku) dan kami harus menerima ini sebagai tanggungjawab besar kami dan kami akan tetap melakukan proses pemungutan dan penghitungan sampai proses rekapitulasi.”

Ditanya tentang waktu pelaksanaan pemilihan lanjutan dan teknis pelaksanaan, Lartutul menyatakan, proses pemungutan dan perhitungan suara lanjutan akan dilaksanakan pada tanggal yang telah disepakati.

“Karena berdasarkan PKPU mengisyaratkan batas 10 hari dan kami berencana untuk tanggal, 23/4/2019 bisa melaksanakan proses pemilihan. Untuk pemungutan dan perhitungan suara lanjutan, kami tetap menggunakan surat suara yang ada, yang belum terdistribusi, kemudian form C1 Plano harus didatangkan karena berhubungan dengan proses rekapitulasi di tingkat bawah, dan itu dicetak di Jakarta. Esok kami akan meminta staf untuk pergi ke Jakarta menyampakan kepada pihak penyedia untuk segera didatangkan.” Kata Lartutul.

Terkait pemungutan suara lanjutan, Bupati Kepulauan Tanimbar menghimbau kepada KPU agar memperhatikan beberapa informasi yang disampaikan Bawaslu tentang kekurangan surat suara, pemilih yang mencoblos di TPS yang bukan wilayah domisili dengan menggunakan KTP, karena hal-hal tersebut akan menimbulkan persoalan.

Bupati juga menyampaikan seruan kepada pemimpin partai politik agar menghibau kepada pendukungnya mengambil bagian dalam pemilihan lanjutan.

“Kepada pimpinan partai politik, saya memohon supaya menyampaikan kepada pendukungnya di 20 TPS yang berhak memilih, supaya mereka memanfaatkan kesempatan ini, memilih sesuai dengan haknya masing-masing.” Kata Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, di Saumlaki, Kamis (18/4/2019).

Sebagaimana diketahui, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Teracatat sekitar 2.249 TPS di seluruh Indonesia yang belum menyelenggarakan Pemilu, dan salah satu diantaranya adalah Kelurahan Saumlaki. Hal itu membuktikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang terjadi dalam peroses berdemokrasi yang terjadi di Bumi Dual Lolat.

© Diskominfo 2019


Share post ini: