Pengembangan Dermaga Lanal Saumlaki


Komandan Pangkalan Angkatan Laut Saumlaki, Letkol Laut (P) Hartanto : “Pengecoran penahan gelombang di tepi pantai sepanjang 120 Meter dan lebar 50 meter, kemudian ada pekerjaan trestle dan gosway ke arah laut dengan panjang 300 meter dan lebar 5 meter, kemudian existing dermaga akan berbentuk T dengan panjang 200 meter.”

Saumlaki, Rencana pengembangan pelabuhan Pangkalan Angkatan Laut Saumlaki akan dilakukan dua tahap selama dua tahun. Pekerjaan awal sudah mulai sejak Januari 2019 oleh PT. Matra dan materialnya akan dikirim dari Jakarta dan tiba pada akhir bulan Maret 2019.

“Pengecoran penahan gelombang di tepi pantai sepanjang 120 Meter dan lebar 50 meter, kemudian ada pekerjaan trestle dan causeway ke arah laut dengan panjang 300 meter dan lebar 5 meter, kemudian existing dermaga akan berbentuk T dengan panjang 200 meter.” Jelas Komandan Pangkalan Angkatan Laut Saumlaki, Letkol Laut (P) Hartanto di ruang kerja  Lanal Saumlaki, Senin (4/3/2019).

Dermaga tersebut dibangun hampir tersambung dengan dermaga pertamina untuk mempermudah koneksi bahan bakar ke kapal, langsung dari pertamina tanpa menggunakan transportir darat.

Hartanto juga menjelaskan target bobot kapal yang akan menyinggahi dermaga ini adalah kapal-kapal besar dimiliki TNI-AL sekelas Freeget dengan bobot 35.000 DWT,. Sejalan dengan pembangunan dermaga juga akan dilaksanakan pembangunan gudang-gudang, sarana air seperti tanki timbun air untuk pengisian ke kapal, tangki timbun bahan bakar yang akan dibangun secara berurutan sesuai dengan perencanaan.

“Berdasarkan Renstra TNI-AL, pangkalan-pangkalan yang berada di perbatasan akan ditingkatkan statusnya sebagai pangkalan tipe B, dengan salah satu syarat memiliki dermaga sendiri, fasilitas labuh seperti genset, fasilitas olaharaga, rekreasi, dan lain-lain.” Sebut Danlanal.

Menurut Danlanal, dengan perubahan tipe akan berpengaruh kepada jumlah personil yang akan direvisi berdasarkan kebutuhan dan dipenuhi secara bertahap karena fokus TNI-AL adalah memenuhi personil yang ada di KRI lebih dulu. Sesuai TOR TNI-AL, pada tahun 2019, status pangkalan angkatan laut Saumlaki dinaikan menjadi tipe B.

Menyinggung tentang permasalahan pengawasan Hartanto mengatakan, “Selama ini hanya menggunakan alat deteksi yang terpusat di Mabes Angkatan Laut sehingga akan dipasang alat deteksi di Saumlaki. Dari hasil monitoring pancaran sinar radio akan diketahui posisi kapal, jenis kapal, dan sebagainya. Dari hasil itu akan dibuat laporan ke Mabes tentang kondisi lalu-lintas perairan yang ada di sini.”

pada prinsipnya pengawasan yang dilakukan tersebut terhadap tiga cabang dari ALKI TIGA, jangan sampai ada kapal-kapal asing terutama kapal perang yang menyimpang dari jalur lintas laut menuju ke lokasi mereka, makanya pengembangan ke depan Lanal Saumlaki akan diberikan alat deteksi.

Harapan Letkol Hartanto sebagai Komandan Lanal Saumlaki, dengan kondisi peralatan yang masih sangat minim dalam pelaksanaan tugas, keterbatasan personil maupun material sehingga Lanal juga membutuhkan informasi dari masyarakat terutama yang tinggal di pesisir sebagai nelayan, jika mengetahui sesuatu yg tidak semestinya tolong diinformasikan ke pos-pos terdekat.

© Diskominfo 2019


Share post ini: