PENGOBATAN GRATIS DI KECAMATAN WERMAKTIAN


“ada bhakti sosial dalam bentuk pelayanan kesehatan yaitu pengobatan gratis, yang sudah dilaksanakan di hari rabu, 25 April 2018, kami melakukan pengobatan kepada lebih dari 100 pasien yang ada disana. Selain pengobatan yang diberikan, kami juga membagi lebih dari 100 dos makanan tambahan dalam bentuk biskuit dengan kemasan yang cantik dan dibagikan kepada anak-anak Balita, pada tiga desa tersebut,” Ungkap dr. Jul Ratuanak kepada awak media di Saumlaki, (30/4/2018).

Saumlaki, (Diskominfo). Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada kegiatan TMMD ke-101 tahun 2018 melakukan Bhakti Sosial dalam bentuk pengobatan gratis kepada masyarakat tiga desa di kecamatan Wermaktian yaitu desa, Marantutul, Wermatang dan Batu Putih.

“ada bhakti sosial dalam bentuk pelayanan kesehatan yaitu pengobatan gratis, yang sudah dilaksanakan di hari rabu, 25 April 2018, kami melakukan pengobatan kepada lebih dari 100 pasien yang ada disana. Selain pengobatan yang diberikan, kami juga membagi lebih dari 100 dos makanan tambahan dalam bentuk biskuit dengan kemasan yang cantik dan dibagikan kepada anak-anak Balita, pada tiga desa tersebut,” Ungkap dr. Juliana Ch. Ratuanak kepada awak media di Saumlaki, (30/4/2018).

Dikatakannya, pengobatan gratis yang dilakukannya pada program TTMD 2018 melibatkan Kementerian  Kesehatan di Jakarta dan dua tenaga dokter dari Rumas Sakit Tentara  (RST) Ambon. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terkait dengan kondisi terkini, maka hasil pemeriksaaan membuktikan bahwa penyakit yang masih menduduki angka paling tinggi adalah Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) dan penyakit-penyakit gangguan pencernaan  dalam hal ini asam lambung dan Maag serta penyakitnya lainnya seperti tekanan darah tinggi.

“orang disana dengan usia yang relatif mudah tetapi tekanan darahnya sudah naik, ini perlu diselidiki, mengapa ? ini sepertinya, pola, hidup yang memang berubah, pola makan yang berubah, mungkin juga karena kebiasan mereka jalan kaki ke kebun, sekarang sudah berubah dengan menggunakan kendaraan dan sebagainya,” tandasnya.

Sedangkan untuk pola makan, masyarakat yang ada di tiga desa itu diharapkan bisa memperhatikan pola makan secara baik sehingga mengurangi resiko terserang penyakit. Karena potensi daerah mereka yang memiliki banyak udang dan kepiting, sehingga mungkin saja ini menjadi salah satu penyebab rentang terhadap penyakit hipertensi.

Menurut dr. Jul Ratuanak, untuk memastikan apa penyebab dari tekanan darah yang dialami oleh banyak masyarakat di tiga jiku kecamatan Wermaktian itu, kedepan perlu diteliti lagi sehingga dapat memastikan penyebab dari tekanan darah tersebut. Dia mengaku, kondisi masyarakat yang ditemui  disana sebagain besar mengalami penyakit pernapasan karena minimnya kunjungan tenaga dokter sehingga tidak dilakukan  pemeriksaan secara kontinyu, karena itu diharapkan masyarakat pada tiga desa itu ke depan akan mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas.

Mengenai 100 hari kerja kedepan dia mengatakan, pihaknya melakukan konsolidasi untuk pelaksanaan program secara internal dinas serta mengevaluasi berbagai persoalan pelayanan kesehatan  di tahun sebelumnya untuk  dibenahi.

“setelah pelayanan kesehatan di tahun sebelumnya dievaluasi, kita coba melihat apa yang menjadi masalah kita, kita punya masalah hari ini adalah masalah tentang penyakit menular,  penyakit tidak menular, surfeilens dan juga kita membenahi persoalan-persoalan sampai ke tingkat Pustu, selanjutnya ke tingkat desa,” ujarnya.

Dikatannya, program-program dasar yang ada di puskesmas antara lain, Kesehatan Ibu dan Anak, Program Gizi, Promosi Kesehatan, Imunisasi, Kesehatan Lingkungan, dan program pengobatan, serta program-program tambahan seperti, tanaman obat keluarga, kesehatan jiwa, kesehatan olahraga, upaya kesehatan sekolah dan upaya kesehatan gigi sekolah, termasuk melakukan penjaringan siswa sekolah termasuk program akreditas puskemas.

 


Share post ini: