Pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan KKT berperan mendampingi kaum Perempuan yang lemah


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan K/B - Selpi E Hukubun, S.Sos : ”pendampingan akan terus kami lakukan dan kami siap apabila korban akhrinya menempuh jalur hukum karena itu adalah hak Yang Bersangkutan jadi tugas kami adalah mendampingi korban. Memang tugas kita itu hanya untuk mendampingi saja, kita memberikan kekuatan kepada korban agar dia berani dan dapat mengungkapkan fakta, karena rata-rata korban kekerasan itu mengalami trauma, kemudian ada juga yang mengalami tekanan-tekanan sehingga dia tidak berani untuk mengungkapkan fakta-fakta,”

Saumlaki, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Penyuluhan KB Kabupaten Kepulauan Tanimbar senantiasa berupaya menunjukan perannya terhadap kaum perempuan selain memberdayakan  sekaligus  melindunginya dari berbagai bentuk kekerasan atau tindakan semena-mena dari kaum laki-laki atau dari pihak manapun yang menganggap rendah harkat dan martabat kaum Perempuan.

”jadi pada saat, korban datang kesini kami sudah mengadakan pendampingan untuk dia dan bahkan kami juga sudah menempuh cara untuk mediasi antara pihak korban dan pelaku karena nota benenya korban ini ingin agar dia mendapatkan status hubungan yang jelas dengan kekasihnya yang telah menghamilinya,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan K/B Kabupaten Kepulauan Tanimbar Selpi E Hukubun, S.Sos di ruang kerjanya (11 /4 /2019)

Dikatakan, pihaknya sudah menempuh mediasi  untuk mempertemukan antara korban dan pelaku dengan  harapan pelaku bisa bertanggung jawab atas perbuatannya, tapi kemudian negosiasi ini tidak berjalan sesuai dengan rencana karena mungkin ada hal-hal lain yang  akhirnya batal tidak jadi dilaksanakan.

”pendampingan akan terus kami lakukan dan kami siap apabila korban akhrinya menempuh jalur hukum karena itu adalah hak Yang Bersangkutan  jadi tugas kami adalah mendampingi korban. Memang tugas kita itu hanya untuk mendampingi saja, kita memberikan kekuatan kepada korban agar dia berani dan dapat mengungkapkan fakta, karena rata-rata korban kekerasan itu mengalami trauma, kemudian ada juga yang mengalami tekanan-tekanan sehingga dia tidak berani untuk mengungkapkan fakta-fakta,” jelasnya

Penjelasan Kepala dinas tersebut sekaligus mengkalrifikasi pendapat sekelompok masyarakat yang dilansir salah satu media cetak di Saumlaki, seolah-olah Dinas Perempuan hanya diam dan membiarkan nasib malang yang menimpa seorang perempuan asal Menado itu berusaha sendiri tanpa mendapat pendampingan dari pemerintah daerah.

”kami juga mendampingi YBS sampai melakukan USG, karena memang penolakan dari pihak laki-laki, awalnya laki-laki bilang akan bersedia bertanggung jawab tapi kemudian tidak, saya tidak tahu ada faktor apa,  korban itu kita sudah arahkan, kalau memang YBS akan melanjutkan kasus ini ke pihak yang berwajib kami siap juga untuk mendampingi pihak korban, tapi sampai saat hari ini belum dilakukan sampai ke tingkat itu,  ”lanjutnya

Dia berharap, nasib malang yang menimpa seorang perempuan asal Manado itu akan segera diselesaikan secara kekeluargaan sehinggga tidak menimbulkan beban dalam hidupnya sekaligus menjaga harkat dan martabat dari kaum perempuan agar tidak dipandang rendah dari kaum laki-laki.

© Diskominfo 2019


Share post ini: