POLRES MALUKU TENGGARA BARAT MEMBERIKAN APRESIASI DAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP AKSI DAMAI UNTUK SURABAYA


“karena kondisi geografis kita di sini adalah kepulauan, artinya bahwa dari aspek kondisi geografis ini, kita bisa dimasuki oleh siapa saja, karena cukup banyak alur-alur pelabuhan, baik yang sudah terawasi lewat pelabuhan resmi, maupun pelabuhan-pelabuhan rakyat,” harapnya.

Saumlaki, (Diskominfo) Wakapolres Maluku Tenggara Barat Edhi L.Tethool, SH., MH usai menyaksikan aksi solidaritas itu menyampaikan apresiasi kepada elemen kepemudaan dan mahasiswa yang telah menyampaikan rasa keprihatinan dan pernyataan belasungkawa terhadap para korban yang gugur baik di Mako Brimob maupun pengoboman terhadap sejumlah Gereja dan  Mapolrestabes Surabaya.

“itu artinya bahwa ada rasa kebersamaan diantara sesama anak bangsa untuk bangkit dan merasa tidak takut, menggalang persatuan dan kesatuan untuk menghadapi teorisme, karena teorisme ini merupakan suatu kejahatan yang luar biasa, kejahatan terhadap kemanusiaan yang memang membutuhkan kerjasama dari semua elemen anak bangsa untuk mengahadapinya. Yang pertama bahwa bukan hanya menjadi tugas Kepolisian dan TNI tetapi juga menjadi tugas dari semua stakholder maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penyebaran paham radikalisme makin hari makin gencar dengan menggunakan media internet. Karena pelaku pengeboman tersebut belajar cara merakit bom itu dari Internet. “Artinya bahwa kita membutuhkan kerjasama dari kita semua dalam hal mengawasi orang-orang yang tidak kita kenal, kemudian mencegah tumbuhnya paham radikalisme di masyarakat. Ini memang bukan merupakan tugas dari Badan Penganggulan Terorisme saja, tetapi kita semua, baik pemerintah daerah, maupun dunia pendidikan untuk mulai sejak dini kita menanamkan rasa cinta terhadap negara ini, lewat pendidikan-pendidikan yang sifatnya meningkatkan moralitas kebangsaan. Ini yang perlu tanamkan kepada anak didik, dan secara bersama kita menggalang persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa, sehingga jika terjadi hal-hal yang sifatnya radikalisme, akan cepat diketahui,” ungkap Wakapolres Maluku Tenggara Barat.

Menurutnya, Tidak ada satupun agama di muka bumi ini yang mengajarkan atau menghalalkan kekerasan termasuk menghilangkan nyawa orang untuk mencapai tujuannya. Ini sangat bertentangan dengan nilai agama. Kemudian tidak boleh mengaitkan teorisme ini dengan salah satu agama, karena ini jelas radikalisme, yang berkaitan dengan idiologi dan bukan ajaran agama, karena semua agama mengajarkan kebaikan, cinta kasih dan sebagainya. Dia meminta semua pihak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat untuk menjalin kerjasama baik pemerintah daerah, TNI/Polri dan seluruh komponen masyarakat, guna menangkal bebagai paham yang mudah masuk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

“karena kondisi geografis kita di sini adalah kepulauan, artinya bahwa dari aspek kondisi geografis ini, kita bisa dimasuki oleh siapa saja, karena cukup banyak alur-alur pelabuhan, baik yang sudah terawasi lewat pelabuhan resmi, maupun pelabuhan-pelabuhan rakyat,” harapnya.

©diskominfo-mtb


Share post ini: