Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tahun 2019


Bupati Kepulauan Tanimbar - Petrus Fatlolon : “Masih banyak kendala, hambatan yang kita hadapi tidak saja pada tenaga kesehatan, tapi juga ada pada peralatan penunjang kesehatan.”

Saumlaki, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2019 dengan tema, Kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Puskesmas dan Desa, Dalam Rangka Mewujudkan Masyarakat Tanimbar Yang Sehat, Melalui Implementasi Kegiatan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Raker yang diikuti oleh 113 orang peserta ini membahas beberapa Materi yaitu Telaah Kebijakan Kesehatan Berbasis Gugus Pulau, Rencana Aksi Daerah Pembangunan Kesehatan KKT, Strategi Pelaksanaan Isu Strategi Dalam Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Tahun 2019, Evaluasi Program Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Triwulan I Tahun 2019, serta materi Merumuskan Rencana Kegiatan Tahun 2020.

“Tidak semua SKPD teknis melaksanakan rapat kerja dengan menghadirkan berbagai stakeholder guna membicarakan perencanaan pelaksanaan sampai pada pengawasan terhadap tupoksi dinasnya.” Kata Bupati KKT, Petrus Fatlolon di Ruang Serbaguna Hotel Galaxy Saumlaki, Rabu, (29/5/2019).

Selanjutnya Fatlolon mengatakan, kesehatan memegang peran yang sangat penting, dan ini merupakan modal investasi besar untuk masa depan daerah ini, masa depan generasi yang akan datang. Oleh karena itu, kesehatan kita jadikan salah satu visi utama pemerintah daerah.

“Masih banyak kendala, hambatan yang kita hadapi tidak saja pada tenaga kesehatan, tapi juga ada pada peralatan penunjang kesehatan.” Ujar Fatlolon.

Bupati kemabali mengingatkan bahwa, kalaupun semua petugas kesehatan sudah teratasi disemua pusat-pusat pelayanan kesehatan, itu belum bisa menjawab seluruh kebutuhan persoalan kesehatan kita, karena dibeberapa tempat masih ada tnyafar-tnyafar (kebun yang ditempati petani selama berbulan-bulan, tanpa kembali ke desa mereka), masih ada pemukiman-pemukiman yang dibentuk oleh sekelompok masyarakat, di sana tidak ada Pustu apalagi Puskesmas, juga tidak ada sekolah, karena itu rapat kerja ini bisa menghasilkan rekomendasi strategis.

“Harus ada solusi bagaimana menangani persoalan kesehatan di tnyafar-tnyafar. Tahun depan tahun 2020, harus ada fasilitas kesehatan di tnyafar-tnyafar,” Tegas Fatlolon.

Pria yang pernah menjadi sebagai anggota DPRD Kota Sorong, Provinsi Papua Barat itu juga menekanan tentang kesejahteraan petugas kesehatan. Insentif merupakan kebijakan daerah, untuk itu patut formulasikan sehingga ada keadilan bagi petugas medis di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat kota.

“Tidak fair kalau petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Kota Saumlaki dapat insentif lebih besar dari mereka yang bertugas di Molu Maru (Kecamatan paling jauh, di utara kepulauan Tanimbar).” Katanya.

“Bapak/ibu petugas kesehatan, anda semua adalah pahlawan-pahlawan pembangunan di negeri ini, wujudkan, tunjukkan bahwa anda adalah pahlawan di bidang kesehatan.” Lanjutnya.

Hadir sebagai narasumber pada Rakerkesda kali ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Maluku dan Kepala Dinas Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Salah satu Metode pelaksanaan Rakerkesda tahun ini adalah penilaian lomba poster yang diikuti oleh 12 Puskesmas. Rakerkesda yang berlangsung pada tanggal 28 - 29 Mei 2019, diawali dengan Pra-Rapat Kerja Kesehatan pada tanggal, 28 Mei 2019.


Share post ini: