Rapat Koordinasi Persiapan Gladi Bersih Sensus Penduduk 2020


Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku - Drs.Dumangur, M.Si : “Rakor ini, yang nanti akan memberikan kepada kita hasil, yang dapat menjadi masukan untuk pelaksanaan sensus penduduk 2020 yang akan datang.”

Saumlaki, Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Gladi Bersih Sensus Penduduk 2020 di Kabupten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tenggara Barat menggelar kegiatan koordinasi persiapan sensus penduduk 2020.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas seluruh tahapan pelaksanaan Gladi Bersih SP2020 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang meliputi persiapan teknis maupun administrasi dengan melibatkan 36 peserta terdiri dari, 23 peserta BPS Kabupaten MTB, 9 peserta BPS Provinsi Maluku dan 4 peserta BPS RI.

“Rakor ini, yang nanti akan memberikan kepada kita hasil, yang dapat menjadi masukan untuk pelaksanaan sensus penduduk 2020 yang akan datang.” Kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Drs.Dumangur, M.Si di Hotel Beringin Dua Saumlaki, Kamis (13/6/2019).

Sebagaimana diketahui, ada tiga jenis sensus yaitu sensus yang berakhiran nol yang diadakan satu tahun sekali yaitu sensus penduduk. Sensus pertanian yang dilakukan sepuluh tahun sekali, berakhiran tiga dan juga sensus ekonomi, sepuluh tahun sekali paling rendah.

“Sensus penduduk yang akan kita lakukan di tahun 2020 merupakan sensus penduduk yang ketujuh dilakukan oleh BPS.” Kata Dumangur

Menurut Dumangur, tahun 2020 dari kumpulan beberapa jumlah penduduk, kita harus membuat satu data kependudukan  Indonesia, hal tersebut merupakan amanat yang ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2016.

“Beliau mengatakan, bagaimana caranya supaya angka yang saya butuhkan itu sama dari semua instansi, itu berarti data-data dari berbagai instansi apapun dia harus sama.” Ujar Masela menirukan apa yang disampaikan Jokwi.

“Untuk itu, dalam sensus penduduk yang akan lakukan nanti, tidak ada lagi perbedaan antara penduduk yang di sajikan oleh BPS dengan penduduk yang disajikan oleh Dukcapil. Tidak ada lagi perbedaan penduduk oleh BPS maupun BKKBN.” Lanjutnya.

Menurut Dumangur, jika berbicara sensus penduduk bukan tanggungjawab BPS sendiri, tetapi yang akan dilakukan ada sedikit berbeda. Perbedaannya sangat signifikan karena sensus penduduk tahun 2018 dilakukan door to door (pintu ke pintu) oleh BPS sendiri, tetapi sekarang tidak. Sekarang makin canggih, dengan melakukan berbasis sinyal dengan melakukan takeing di beberapa tempat.

Metode itu memberikan kwalitas yang bagus, karena apa yang akan dilakukakan saat ini langsung ke pusat, kalau benar langsung diterima pusat, kalau tidak benar tidak akan diterima.

“Walaupun kita tahu di wilayah kita ini masih ada jaringan yang kadang-kadang bagus, kadang-kadang lelet.” Kata Dumangur.

Dumangur  menambahkan, sensus penduduk akan menghasilkan angka-angka yang seksi bagi para pengambil kebijakan, karena berdasarkan jumlah penduduk tersebut akan banyak melahirkan program-program pembangunan di masing-masing daerah.

“Untuk menentukan anggota legislatif, itu diajukan dari jumlah penduduk yang ada.” Pungkasnya.


Share post ini: