Rapat Pembahasan Pengembangan Ekonomi di PKSN Saumlaki berbasis Unggulan Daerah


Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH, MH., mendampingi Plt. Deputi Bidang Pengelola Infrastruktur Kawasan Perbatasan Bapak Florensius Gatot Yanrianto, SE, M.Si, membuka Rapat Pembahasan Pengembangan Ekonomi di PKSN Saumlaki berbasis Unggulan Daerah, bertempat di Aula Hotel Galaxi Saumlaki.

Saumlaki, 16 Juni 2021 Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH, MH., mendampingi Plt. Deputi Bidang Pengelola Infrastruktur Kawasan Perbatasan Bapak Florensius Gatot Yanrianto, SE, M.Si, membuka Rapat Pembahasan Pengembangan Ekonomi di PKSN Saumlaki berbasis Unggulan Daerah, bertempat di Aula Hotel Galaxi Saumlaki.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Deputi BNPP dan Deputi Kementerian Bid. Kemaritiman dan Investasi, Para Pejabat yang mewakili Kementerian/Lembaga terkait, Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Staf Ahli, Asisten dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Kepulauan Tanimbar, Pimpinan Instansi Vertikal, pimpinan BUMN-BUMD serta tokoh agama.

Plt. Deputi Bidang Pengelola Infrastruktur Kawasan Perbatasan Bapak Florensius Gatot Yanrianto, SE, M.Si, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk membahas strategi pengembangan PKSN Saumlaki terutama yang barbasis unggulan. Ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Tanimbar menegaskan beberapa hal penting diantaranya: 
1. Menyampaikan ucapan terima kasih dan menyambut baik pelaksanaan Rapat dimaksud.
2. Masih banyak permasalahan yang dihadapi  dalam konteks pengelolaan batas wilayah dan kawasan perbatasan yang berdampak pada tingginya angka kemiskinan, terutama pada pulau pulau kecil terluar yang relatif sulit dijangkau dan terisolir. 
3. Minimnya sarana dan prasarana transportasi yang turut berdampak pada rendahnya aktivitas ekonomi seperti kesulitan memasarkan hasil-hasil produksi rakyat.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan akses yang memadai guna memudahkan percepatan pembangunan.  Bupati menjelaskan bahwa potensi kelautan serta potensi yang paling besar seperti obyek Wisata bahari, Migas serta potensi lainnya belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan perekonomian daerah serta memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup orang Tanimbar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kedepannya akan ada berbagai peluang dengan hadirnya Blok Masela melalui manfaat ganda (multiplier effect) yang akan menyentuh berbagai bidang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan dujungan pemerintah melalui kementerian terkait terhadap permasalahan di Kepulauan Tanimbar saat ini. (HUMAS SETDA)


Share post ini: