Rencana Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT)


Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan - Brahmantya Satyamurti Poerwadi : “Kami ingin semua pihak dalam hal ini seluruh SKPD, Bupati juga dan Dinas terkait untuk membantu, karena suksesnya program atau project dari Pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang ada di sini.”

Saumlaki, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI berencana melakukan kegiatan Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Pelabuhan Ukurlaran, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dengan menghadirkan investor luar negeri.

“Tujuannya jelas, kami berencana akan membangun sentra kelautan perikanan terpadu dengan salah satu sumber anggaran dari Pemerintah Jepang, yang dialokasikan untuk pelabuhan perikanan terpadu di Ukurlaran, Kabupaten Kepulauan tanimbar.” Kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Poerwadi di Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimabar, Provinsi Maluku, Senin (1/4/2019).

Selanjutnya Brahmantya menjelaskan alasan dilakukannya Workshop di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menyampaikan seluruh konsep dan gagasan dalam pengembangan project tersebut, yang tidak terlepas dari peranan pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin semua pihak dalam hal ini seluruh SKPD, Bupati juga dan Dinas terkait untuk membantu, karena suksesnya program atau project dari Pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang ada di sini.” Kata Bram.

Bram melanjutkan, “Sentra kelautan perikanan terpadu ini kami bangun bukan untuk siapa-siapa tapi untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Terkait dengan ketahanan pangannya, dalam konsumsi ikan. Seperti diketahui bahwa Bupati juga menyampaikan akan ada banyak tambahan jumlah penduduk. Terkait dengan penduduk Tanimbar sendiri yang akan berkembang, juga terkait dengan rencana pengembangan Blok Masela, dimana akan banyak pendatang yang membutuhkan juga asupan protein, atau asupan gizi dan karbohidrat yang cukup. Kami harapkan bisa dipenuhi langsung dari hasil laut di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.”

Dirjen Pengelolan Bidang Laut tersebut mengharapkan setelah pelaksanaan kegiatan workshop, Pemda dapat memberikan secara detail rencana Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam pengambangan kawasannya.

“Kenapa ini perlu ? Karena kami akan coba mengelolanya menjadi satu kawasan yang integrasi. Artinya, ketika ada kapal-kapal yg melaut untuk mendaratkan ikannya di kawasan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pertama, secara internal bisa langsung dikonsumsi untuk kebutuhan warga, kedua ketika ada kelebihan produksi bisa dijual ke luar kabupaten ini.” Pungkas Bram.

© Diskominfo 2019


Share post ini: