Stok Sembako dan BBM Dipastikan Normal Menjelang Idul Fitri


Kepala Dinas Perindagnaker KKT - Elisabet Werembinan : “Menjelang hari raya seperti ini pasti permintaannya lebih tinggi, sehingga ketersesdiaan stok untuk kebutuhan masyarakat, terutama bahan pangan itu tersedia dengan cukup.”

Saumlaki, Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Perindagnaker) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KTT) memastikan ketersediaan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) cukup sampai dengan selesai hari raya.

“Menjelang hari raya seperti ini pasti permintaannya lebih tinggi, sehingga ketersesdiaan stok untuk kebutuhan masyarakat, terutama bahan pangan itu tersedia dengan cukup.” Kata Kepala Dinas Perindagnaker KKT, Elisabet Werembinan di Saumlaki, Rabu (29/5/2019).

Untuk itu, Dinas Perindagnaker setiap hari memantau harga dan memastikan stok yang tersedia itu cukup di pasaran. Ketersediaan bahan pokok yang dipantau antara lain, beras, terigu, gula, telur ayam dan daging ayam, juga beberapa bahan rempah seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan tomat.

Menurut Werembinan, stok sembako yang tersedia saat ini sangat memadai namun ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu bawang putih dan bawang merah, tapi sebagian besar sepeti beras, terigu gula memiliki harga yang stabil.

Menjelang Idul Fitri, Dinas Perindagnaker juga melaksanakan pasar murah yang terpusat pada Kecamatan Wuarlabobar, hal ini disebabkan karena wilayah yang memiliki jumlah pendudukn muslim terbanyak ada pada wilayah tersebut.

“Dinas Perindag melaksanakan kegiatan pasar murah dan ini kita laksanakan di tiga desa Muslim yang ada di Wuarlabobar, jadi tidak di semua tempat kita lakukan. Di tiga desa muslim, Karatat, Kilon dan Labobar.” Ujar Ety Werembinan.

Adapun paket pasar murah yang tersedia pada masing-masing desa tersebut sebanyak 250 paket sembako. Direncanakan pasar murah tersebut akan berlangsung mulai tanggal, 30 Mei 2019. Harga dikenakan secara merata yaitu sebesar Rp. 85.000/paket, terdiri dari 5 Kg beras, 2 Kg gula pasir, terigu 1 Kg, minyak goreng 1 liter, dan susu kental manis 1 kaleng. Harga normal perpaket itu sekitar Rp. 150.000, namun di pasar murah hanya dikenakan biaya Rp. 85.000.

Sementara Kepala Terminam Bahan Bakar Minyak (TBBM) Saumlaki ketika dikonfirmasi secara terpisah tentang ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Saumlaki dan sekitarnya menjelaskan, stok di Saumlaki tersedia menjelang lebaran.

“Pihak pertamina sudah siapkan Satgas dari tanggal, 20 Mei-21 Juni 2019, secara nasional, menyeluruh dari Jakarta sampai kepulauan-kepulauan seluruh Nusantara.” Ujar Kepala TBBM Saumlaki, Sidin di Saumlaki, Selasa (28/2/2019).

Menurut sidin, tangki penampungan milik TBBM Saumlaki cukup dan lumayan banyak. Ketersediaan BBM antara lain, Solar 2.000 kiloliter, Premium 500 kiloliter, Pertalaite 500 kiloliter, dan kerason 500 kiloliter.

“Ketahanan stoknya bisa mencapai sampai 15 hari kerja, maksudnya untuk perencanaan kapal dari Wayame sudah disiapkan, apabila stok itu kurang nantinya sudah datang lagi. Ruang kosongnya sudah ada, kapal sudah ada, kita bongkar lagi dan kita salurkan lagi.” Tutup Sidin.


Share post ini: