Terkendala Angkutan Umum, Dishub Operasikan Bus Sekolah


Kepala Dinas Perhubungan Andre Kurniawan “Kami sudah mengarahkan untuk mobil bus sekolah ini melayani siswa-siwa yang bersekolah di kota Saumlaki.”

Saumlaki, Kondisi kendaraan angkutan umum yang melayani beberapa desa pada wilayah Kecamatan Tanimbar Selatan terlihat sangat minim, bahkan sama sekali tidak ada pengusaha angkutan yang melakukan invetasi pada rute-rute tersebut, karena dianggap tidak menguntungkan dan kondisi jalan yang tidak mendukung.

Kondisi tersebut tentunya berdampak terhadap aktivitas dan konektivitas angkutan orang dan barang dari dan menuju desa-desa tersebut. para siswa sekolah SD, SMP dan SMA tentunya akan sangat merasakan dampak tersebut ketika mereka akan melakukan aktivitas menuju ke sekolah-sekolah yang berada di pusat kota dengan jarak antara 5 – 10 Km.

“Kami sudah mengarahkan untuk mobil bus sekolah ini melayani siswa-siwa yang bersekolah di kota Saumlaki.” Kata Kepala Dinas Perhubungan Andre Kurniawan di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Senin, (5/8/2019).

Berdasarkan rancangan awal Dinas Perhubungan KKT, para sisiwa pada desa tersebut akan berkumpul pada beberapa titik kumpul dan kemudian diangkut menuju kota Saumlaki dan selanjutnya didistribusi pada sekolah masing-masing.

“Kami hanya akan mengangkut para siswa tersebut pada beberapa titik kumpul tertentu.” Ujar Andre

Namun setalah beberapa saat berjalan, Dinas Perhubungan kemudian melakukan evaluasi dengan memperhatikan beberapa kondisi serta masukan masyarakat, maka mendapat solusi untuk memperbaiki kerusakan pada ruas jalan menuju desa-desa tersebut yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Sehingga saat ini, bus sekolah sudah dapat melayani sampai ke dalam desa masing-masing.

Menyinggung tentang besaran tarif bus sekolah Kurniawan mengatakan, pelayanannya masih gratis karena menyangkut pelayanan kepada anak-anak. Kedepan pemerintah daerah akan memperhatikan hal tersebut, karena kondisi ini secara langsung dapat membantu orangtua siswa.

“Kita juga melihat mereka selama ini menggunakan ojek saja, dari kampung sampai di kota PP (pulang pergi), kurang lebih 20 ribu satu hari. Dengan kondisi perekonomian masih sangat minim, saya rasa sangat membantu sekali.” Tegas Kurniawan.

Selain pelayanan angkutan kepada siswa SD, SMP, SMA, busa sekolah juga melayani mahasiswa pada jam-jam tertentu. “Sesudah pagi mengantar siswa-siswa ke kota, mobil standby di terminal untuk mengantar mahasiswa ke tiga perguruan tinggi, Kampus Yayasan Lelemuku di Lauran.” Katanya.

Lanjutnya, “Kemudian pada siang hari, mengantar siswa-siswi pulang, kemudian mobil menjemput mahasiswa yang ada.” Ujarnya.

Menurut Kurniawan, dengan kondisi keterbatasan saat ini Dishub KKT tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Apalagi dengan dicanangkan Tanimbar sebagai Kabupaten Layak Anak, maka secara langsung pelayanan bus sekolah ini juga merupakan bentuk pelayanan terhadap keselamatan dan kenyamanan anak.


Share post ini: