TINGGINYA PARTISIPASI PEMILIH MERUPAKAN INDIKATOR KESUKSESAN PEMILU


Kesiapan KPU Maluku Tenggara Barat adalah melaksanakan persiapan-persiapan sosialisasi dalam rangka membentuk relawan demokrasi, untuk membantu tugas-tugas KPU MTB dalam memberikan sosialisasi tentang partisipasi pemilih, karena pemilu berkualitas apabila tingkat partisipasi pemilih meningkat dan pemilu itu berjalan aman, lancar dan damai.

Saumlaki, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Kepulauan Tanimbar) telah mempersiapkan strategi penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 dengan baik.

Berbagai kegiatan dan tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu yang terstruktur berdampak terhadap partisipasi pemilih yang tinggi dalam pemilu, hal tersebut merupakan indikator kesuksesan penyelenggaraan pemilihan umum.

Kesiapan KPU Maluku Tenggara Barat adalah melaksanakan persiapan-persiapan sosialisasi dalam rangka membentuk relawan demokrasi,  untuk membantu tugas-tugas KPU MTB dalam memberikan sosialisasi tentang partisipasi pemilih, karena pemilu berkualitas apabila tingkat partisipasi pemilih meningkat dan pemilu itu berjalan aman, lancar dan damai. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Maluku Tenggara Barat (Kepulauan Tanimbar) Johana Lololuan di Kantor KPU, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Kamis (7/2/2019).

Terkait pemilih pemula Lololuan mengatakan, KPU sementara mempersiapkan teknis pelaksanaan yang akan disasarkan kepada sekolah-sekolah dan kampus-kampus yang berada di kota Saumlaki dan sekitarnya. Kegiatan sosialiasi akan dibantu oleh relawan demokrasi dan untuk sementara KPU MTB sedang menunggu alat peraga untuk kebutuhan simulasi.

Hasil yang diharapkan adalah pemilih pemula dapat mengetahui tentang tatacara pemungutan suara dan berpartisipasi untuk memberikan suara pada saat Pemilihan Umum 17 April 2019.

Kategori pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali menggunakan/melaksanakan hak pilih yang berusia antara 17-21 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah pemuda, pelajar dan mahasiswa.

Konsentrasi kegiatan sosialisasi partisipasi pemilih akan dilakukan berdasarkan basis pemilih pemula, yang tersebar pada sepuluh kecamatan dan sebelas basis, dengan sistem jejaring yang artinya sosialisasi awal dilakukan oleh KPU dan seterusnya mereka membantu menyambung sosialisasi itu ke sasaran.

Selanjutnya proses sosialisasi tentang tahapan pemilihan umum dan rangkaian kegiatan pemilihan umum akan terus dilaksanakan sampai H-3, dengan tetap memperhatikan jadwal distribusi logistik pemilu pada seluruh penyelenggara.

Sejuah ini sosialisasi tahapan-tahapan penyelengaraan pemilu sudah dilaksakan pada Lanal dan Kodim 1507 Saumlaki serta stakeholder yang lain. Pemilu 2019 berbeda dengan yang lalu karena di Pemilu 2019 sudah ada yang namanya Daftar Pemilih Khusus. Daftar Pemilih Khusus adalah daftar pemilih yang namanya tidak ada di Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan, tetapi mereka memilik KTP elektronik dan mereka wajib untuk menyalurkan hak pilih.

Total jumlah pemilih di MTB adalah 68.747 pemilih, dengan jumlah pemilih laki-laki adalah 33.549, perempuan 35.198 yang tersebar di 10 Kecamatan, 81 Desa dan 1 Keluarahan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 302 TPS. Data tersebut dipakai sebagai acuan untuk mencetak logistik pemilu.

Lololuan mengharapkan, agar semua komponen bersinergi mensukseskan Pemilu 2019, baik itu pemilu legislatif maupun pemilu presiden yang dilakukan secara serentak dengan menjaga azas-azas pemilu itu sendiri'

Kemudian juga harus meningkatkan partisipasi pemilih karena satu saja pemilih tidak menggunakan hak pilih maka dia turut mempengaruhi masa depan pembangunan di NKRI teristimewa di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Kepulauan Tanimbar). “Mari kita sukseskan pesta demokrasi pemilhan umum semoga Tuhan Yesus sebagai Sumber Hidup senantiasa memberkati dan melindungi kita semua,” kata Lololuan.

©diskominfo-mtb


Share post ini: