Tingkat Kelulusan SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan Menurun


Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan - Oktofianus Utwaly, S.Pd : “Dalam pembahasan yang berlangsung begitu alot maka dewan guru SMK 1 Tanimbar Selatan menetapkan bahwa dari 215 siswa peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 201 siswa, dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 14 siswa dengan persentasi kelulusan 93,5%.”

Saumlaki, Hasil kelulusan SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan (Tansel) tahun ajaran 2018/2019 mengalami penurunan diangka 93,5% jika dibandingkan dengan hasil kelulusan tahun sebelumnya yang berhasil lulus sebanyak 100%. Berdasarkan hasil rapat eveluasi penentuan kelulusan, turunnya presentasi kelulusan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ketidakhadiran siswa dalam mengikuti ujian baik Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), Ujian Kompetensi Keahlian (UKK), maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Dalam pembahasan yang berlangsung begitu alot maka dewan guru SMK 1 Tanimbar Selatan menetapkan bahwa dari 215 siswa peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 201 siswa, dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 14 siswa dengan persentasi kelulusan 93,5%.” Kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan, Oktofianus Utwaly, S.Pd pada saat pengumuman kelulusan di SMK Negeri 1 Tansel, Jl. Tuhumury, Saumlaki, Senin (13/5/2019).

Berdasarkan ketentuan maka penentuan kelulusan ditetapkan oleh sekolah dengan memperhatikan presentasi hasil USBN dan UKK setiap siswa, sehingga hasil keputusan rapat memutuskan bahwa dari 215 siswa peserta ujian yang dinyatakan lulus hanya 201 siswa.

“Bagi 14 siswa yang masih tertunda keberhasilannya, saya mau sampaikan bahwa lebih baik orang belajar dan menjadi lebih baik setelah mendapat kegagalan.” Kata Utwaly.

Pengumuman kelulusan dilakukan secara terbuka tetapi dalam penyampaian hasil kelulusan dibagikan secara tertutup dalam amplop dan langsung diterima oleh orang tua masing-masing siswa.

“Sebelumnya kami minta maaf apabila nanti bapak/ibu membuka amplopnya dan ada tulisan tidak lulus. Alasannya yang kira-kira secara umum sudah saya sampaikan tadi, tapi itu sudah melalui tahapan-tahapan yang sangat luar biasa.” Katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum (Wakasek Kurikulum), Tresnie A. Peaa ketika ditanya terkait nilai kelulusan mengatakan, ada peningkatan jika dilihat dari masing-masing mata pelajaran.

“Kalau berdasarkan penilaian untuk tahun ini ada peningkatan, secara menyeluruh untuk empat mata pelajaran ada peningkatan, hanya ada sedikit perbedaan kalau tahun lalu kelulusan itu 100% tapi kali ini hanya 93,5% saja.” Kata Tresnie Peaa.

Peaa menjelaskan, nilai tertinggi untuk tahun ini lebih daripada tahun kemarin. Ada peningkatan kalau dilihat nilai dari masing-masing mata pelajaran. Tahun lalu mapel Matematika nilainya agak di bawah, untuk tahun ini meningkat. Persentasi untuk tahun lalu yang terendah misalnya mapel Bahasa Inggris nilainya 46, tahun ini 52 nilai tertinggi. Terendah tahun lalu 8,0 tahun ini 18,0 itu untuk salah satu mata pelajaran.

“Dari perbandingan ini kita bisa lihat kalau tahun lalu 100% tapi nilainya di bawah, tahun ini 93,5% tapi nilainya di atas.” Pungkas Tresnie Peaa.


Share post ini: