TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN TERUS MENINGKAT KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT MENDAPAT TAMBAHAN 4 – SAMPAI 5 TENAGA DOKTER


BUPATI PETRUS FATLOLON DI DAMPINGI SEJUMLAH KEPALA DINAS BADAN LINGKUP PEMDA MALUKU TENGGARA BARAT MELAKSAKANAKAN SIDAK KE RSUD P.P Magrety

Saumlaki, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat akan dalam waktu dekat akan mendapat tambahan 4 hingga 5 tenaga dokter berstatus kontrak daerah untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten yang dijuluki Bumi duan lolat itu.

Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon, ketika memantau langsung ke RSUD Saumlaki 16/01 lalu untuk melihat secara langsung kondisi dan keberadaan pelayanan kesehatan hingga ke kamar pasien mengatakan, dalam waktu dekat akan ditambahan 4 hingga 5 tenaga dokter berstatus kontrak daerah, tenaga apoteker dan tenaga administrator. “dalam waktu dekat kita akan tambah 4 sampai 5 tenaga dokter yang berstatus kontrak daerah dan yang kedua perlu tambah apoteker, ketiga tenaga ahli administrator. ” ujar Fatlolon.

Berbagai pandangan masyarakat terhadap tingkat pelayanan kesehatan khusus tenaga dokter, memang perlu diakui bahwa selama ini masih terdapat kekurangan tenaga dokter di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, karena itu Pemerintah daerah terus melakukan pembenahan untuk dapat menjawab berbagai permasalahan pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan yang dilakukan dapat memenuhi harapan dan rasa kepuasan dari masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait tingkat kepuasaan pelayanan kesehatan dari masyarakat pasien yang sedang mendapat pelayanan kesehatan Fatlolon mengakui bahwa masyarakat/pasien memberikan respon positif terhadap pelayanan yang diberikan “ pelayanan tadi saya tidak hanya bertanya di direktur tetapi saya tanya langsung di pasien, masyarakat bilang bagus, khan yang menilai tentu masyarakat ya, karena itu saya beri apresiasi kepada ibu direkktur dan para dokter serta seluruh tenaga medis bidan, perawat yang ada di bawahnya, terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat.”harap Fatlolon.

Terkait keterbatasan vasilitas RSUD tersebut kata Fatlolon, masalah fasilitas merupkan hal yang relatif dan akan dibenahi secara terus menerus guna menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. “tentang fasilitas itu relatif ya tentu masih ada kekurangan tapi kita akan lengkapi sesuai dengan kebutuhan ” tambah Fatlolon.

Sementara RSUD P.P.Magrety Saumlaki yang menurut rencana tahun depan akan dipindahkan ke gedung RS Ukurlaran kata Fatlolon, RSUD P.P Magrety akan dipindahkan ke Ukurlaran sehingga proses pelayanan semakin luas. “jadi saat ini kepala dinas Kesehatan lagi berkorrdinasi dengan Kementrian Kesehatan RI di jakarta dan direncanakan tahun ini kita lakukan pembenahan dan tahun depan RSUD P.P Magrety pindah ke RSUD Ukurlaran. Gedung RSUD yang berlokasi di jalan Ukurlaran telah dibangun beberapa tahun silam dan belum difungsikan bagi kepentingan pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Diharapkan gedung tersebut dapat difungsikan demi membangun tingkat pelayanan kesehatan secara maksimal bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Menjawab pertanyan wartawan bagaimana tentang gedung RSUD P.P Magrety di lokasi Saumlaki setelah nanti semua admintrasi sudah dipindahkan ke Ukurlaran kata Fatlolon, gedung tersebut akan tetap digunakan dan merupakan bagian dari tempat pelayanan kesehatan.”nanti akan digunakan mungkin tetap merupakan bagian dari RSUD tetapi berkonsentrasi pada pengobatan khusus, misalnya Klinik ibu hamil, jadi akan berkonsentrasi pada pengobatan tertentu saja ”Harap Fatlolon.

Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon yang melakukan pantauan langsung ke RUSD P.P Magrety tersebut didampingi sejumlah kepala dinas Badan, antara lain, Kepala BAPPEDA dr Yul. Ratuanak. Kepala Inspektorat D. Makatita. Asisten II bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Kabupaten MTB A Batkormbawa, Kepala Badan Keuangan dan Pengelola daerah Kabupaten MTB, J Huwae. Kepala Dinas Satpol P.P N. Belay. Kepala Bagian Umum setda MTB, Ronald Titirloloby serta Direktur RSUD P.P Magrety Saumlaki dr Lucia Felndity.


Share post ini: