Usia Produktif Rentan Terhadap Narkoba


Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar - Agustinus Utuwaly : “Pada umumnya pelajar yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalan dengan rokok, karena kebiasaan merokok ini sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.”

Saumlaki, Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) oleh kaum muda dewasa ini kian meningkat. Para pecandu tersebut pada umumnya berusia antara 11-25 tahun atau mereka yang berada pada usia produktif atau bahkan usia sekolah.

“Pada umumnya pelajar yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalan dengan rokok, karena kebiasaan merokok ini sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.” Kata Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Agustinus Utuwaly dalam acara Penyuluhan Narkoba Bagi Pemuda di Balai Pembinaan Umat Sejahtera, Saumlaki, Selasa (14/5/2019).

Penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat dan merupakan masalah bersama bagi pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan strategi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam suatu komitmen bersama untuk melakukan strategi pencegahan peredaran narkoba di tengah masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selanjutnya Utuwaly mengatakan, kebiasaan mengkonsumsi narkotika tergolong terus meningkat apabila pelajar atau pemuda yang berada pada usia produkti ikut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pecandu narkoba.

“Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.” Kata Utuwaly.

Sebagaimana diketahui, narkoba atau nafza adalah bahan atau zat atau obat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama otak, susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan fungsi-fungsi saraf oleh karena terjadi kebiasaan, ketagihan, serta ketergantungan terhadap nafza. Sering disebut juga sebagai zat psikoaktif yaitu zat yang bekerja pada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan dan pikiran.

Menurut Utuwaly, rata-rata angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh Narkoba mencapai 40 orang per hari. Jika dikalikan dengan 365 hari kalender maka dalam satu tahun kematian akibat narkoba mencapai 14.600 orang.

“Ini jelas sangat memprihatinkan, oleh karena itu Presiden Republik Indonesia pak Jokowi menyatakan bahwa kita perang terhadap narkoba, karena ini sangat membahayakan.” Tegas Utuwaly.

Utuwaly menjelaskan, ada tiga hal penting yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan beberapa unsur antara lain, pemerintah, orang tua dan tenaga pendidik.

“Jadi tiga hal, pertama pemerintah memberikan penyuluhan setiap saat, pengawasan oleh orang tua, dan para guru. Itu tiga hal, tanggung jawab bersama untuk menghindari anak-anak kita dari bahaya narkoba, karena mereka ini memiliki posisi penting dan strategis bagi bangsa dan Negara, bagi keluarga.” Pungkas Utuwaly.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut, menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Polres Maluku Tenggara Barat. Peserta yang menghadiri acara penyuluhan tersebut sebanyak 50 orang siswa/siswi tingkat SMA/SMK yang berada pada Kecamatan Tanimbar Selatan, Kecamatan Tanimbar Utara, Kecamatan Nirunmas, Kecamatan Fordata, Kecamatan Wuarlabobar dan Kecamatan Molu Maru.


Share post ini: